Edisi 12-10-2016
DPRD Minta 133 Tower Ilegal Dibongkar


GRESIK – Komisi A DPRD Gresik menuding ada oknum pemkab yang bermain dibalik berdirinya 133 tower ilegal.

Karena itu, komisi yang membidangi pemerintahan ini merekomendasikan agar ratusan tower itu dibongkar. Hal itu terungkap saat hearing antara Komisi A dengan Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPM), dan Dishub dan Satpol PP Gresik, kemarin. Tampak hadir Kepala BPPM Agus Mualif dan Kepala Satpol PP Darmawan.

Dalam dengar pendapat, anggota Komisi A Syaikhu Busyirie menyebutkan, ada permainan besar di balik berdirinya tower bodong yang beroperasi di Gresik. “Jelas ada permainan besar. Setelah kasus-kasus tower mencuat pun, tidak jelas langkah yang diambil,” ujarnya. Politikus PKB ini juga mempertanyakan progres penanganan kasus ini serta upaya yang akan dilakukan.

“Indikasinya kuat ada permainan di balik itu semua,” katanya. Atas dasar itulah, anggota Komisi A DPRD Gresik sepakat bahwa towertower yang melanggar harus dibongkar. Karena kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk dan merugikan pemkab. Termasuk keberadaan tower-tower di taman kota, di sekolahan dan sejumlah aset negara juga direkomendasikan untuk ditertibkan.

Sebab, pemkab harus tegas, bila tidak akan diremehkan sang pemilik tower. “Harus dibongkar. Jangan tidak jelas seperti ini, sudah beberapa bulan disegel Satpol PP tapi tidak ada tindak lanjut,” kata Abdullah Safii, anggota Komisi A lainnya. Menurut Mujid, menjamurnya tower ilegal merupakan salah satu penyebab utama merosotnya pendapatan dari sektor ini.

“Bayangkan, ada separuh lebih yang tidak berizin dan bisa beroperasi. Ini ironis sekali,” ucapnya. Kepala BPMP Gresik Agus Mualim mengaku bahwa data yang dimilikinya hanya ada 171 tower di Gresik. Dengan rincian, 36 tower mengantongi IPR (izin pemanfaatan ruang), IMB dan izin HO. Sementara 83 tower hanya mengantongi izin HO, 90 tower cuma pegang IMB, dan 140 tower punya IPR. “Dari data itu, yang sudah disegel Satpol PP ada 12 tower, semuanya milik PT Tower Bersama Group (TBG).

Perusahaan ini belum lengkap perizinannya tapi sudah beroperasi. TBG berencana membangun 66 tower di Gresik,” ungkap Agus. Tentang tower lain, dirinya mengaku kurang tahu. “Yang ada di data kami hanya 171 tower. Kalau lebih dari itu, kami kurang paham. Mungkin di Dishub, karena yang memegang Cell Plan dan mengeluarkan rekomendasi adalah Dishub,” katanya.

Kasatpol PP Gresik Darmawan menyampaikan bahwa beberapa bulan terakhir pihaknya telah menyegel 20 tower. Rinciannya, 16 tower bodong milik PT TBG, satu tower milik Telkom Infra, dan tiga tower milik PT Solusi Tunas Pratama.

“Tower- tower yang kami segel itu berada di Kecamatan Kebomas, Manyar dan Kecamatan Gresik. Serta ada satu tower milik Bangun Sejahtera di Wringinanom,” ungkapnya. Selain menyegel tower, Darmawan menyebut pihaknya telah memanggil pemilik tower untuk segera melengkapi perizinannya. Jika tidak, maka pihaknya bakal membongkar tower yang beroperasi tanpa izin.

ashadi ik





Berita Lainnya...