Edisi 12-10-2016
Polisi Bekuk Remaja Sindikat Pencurian


PONOROGO – Polisi dari Polres Ponorogo membekuk empat orang remaja yang diduga menjadi pelaku pencurian di sejumlah lokasi.

Dari aksi itu, mereka mampu meraup uang dan barang berharga senilai sekitar Rp48 juta. Keempat pelaku adalah ARJ, 15, warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo; BUD14, warga Desa/Kecamatan Sawoo; MUH, 14, warga Desa Sawoo, dan LUK 14, warga Desa Sawoo. Semuanya masih tercatat sebagai pelajar di SMPN 1 Sawoo, Ponorogo.

Kapolsek Sawoo AKP Gunawanmenyatakan, penangkapan keempatnya berdasarkan laporan dari Bonari, 63, warga Dusun Sawoo RT 03/02, Desa/Kecamatan Sawoo, yaitu tentang pencurian yang telah terjadi di rumah dan konter Ponselnya pada Minggu (9/10) pagi. “Diperkirakan kejadian berlangsung saat Bonari dan keluarganya menghadiri pengajian rutin di dusun tetangga.

Mereka sekeluarga berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dan kembali sekitar pukul 13.00 WIB, di mana kondisi rumah sudah berantakan,” ungkap AKP Gunawan, Selasa (11/10. Dari lokasi ini lima ponsel hilang dan delapan buah kartu telekomunikasi serta memory card hilang. Selain itu, uang senilai Rp27,5 juta yang diletakkan di kamar juga raib.

“Dari olah TKP dan penyelidikan, pelaku mengarah kepada para pelaku ini,” ujar AKP Gunawan. Salah satu pelaku masuk melalui tembok belakang dengan cara melompat. Setelah berhasil masuk, pelaku mengutak- atik gembok dan kunci rumah sehingga pintu terbuka dan pelaku lain berhasil masuk.

Setelah berada di dalam rumah, mereka beraksi dengan mengambil barang-barang berharga yang ada, termasuk uang tunai dan perhiasan emas seberat 32 gram yang diletakkan di sebuah lemari. “Total kerugian diperkirakan mencapai Rp48 juta,” ujarnya. Siang kemarin keempat pelaku dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo.

Mereka akan kembali diperiksa dan dilanjutkan proses hukumnya. “Dari pemeriksaan sementara, mereka mengaku baru satu kali ini melakukan pencurian. Mereka anak yang kurang perhatian dari keluarga,” ucap AKP Gunawan. Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Sudarmanto mengatakan, dari pemeriksaan sementara, mereka telah beraksi di beberapa lokasi. Setiap beraksi, mereka hanya berdua. “Jadi di lokasi pertama, yang masuk A dan B, di lokasi lain B dan C, di lokasi lain lagi, A dan C.

Nah, si D hanya sebagai penadah. Mereka ini ya kenal begitu saja, bukan bergerombol sebelumnya, tapi kebetulan bisa berpasangan saat beraksi,” ucap AKP Sudarmanto. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini.

Keempatnya telah diserahkan ke unit PPA untuk pendalaman lebih lanjut. Salah satu pelaku mengaku nekat mencuri karena ingin mendapatkan uang banyak demi bisa membeli sepeda motor idamannya. “Pengen punya motor,” ucap salah satu pelaku.

dili eyato







Berita Lainnya...