Edisi 12-10-2016
Tiga Ponpes Pilot Project Inkubator Ekonomi Syariah


LAMONGAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan tiga pondok pesantren (ponpes) di Jatim sebagai pilot project inkubator pengembangan ekonomi syariah serta melatih santri menjadi wirausahawan.

Tiga ponpes itu di antaranya Darul Ulum dan Tebuireng di Jombang dan Sunan Drajad di Lamongan. Inkubator bisnis ini adalah sebuah pelatihan yang diberikan kepada santri. Mereka akan diberi edukasi tentang bisnis dan kewirausahaan yang bersifat tematik sesuai dengan potensi usaha di lingkungannya. Ponpes Darul Ulum akan fokus pada keuangan syariah, sedangkan Tebu Ireng dan Sunan Drajad akan fokus pada bisnis jasa dan perdagangan.

Dengan keberadaan inkubator ini, para alumni ponpes nantinya diharapkan dapat berwirausaha. Bahkan, alumni juga bisa membentuk koperasi berbentuk syariah dan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Syariah serta membentuk Bank Syariah dengan nasabah yang menyesuaikan potensi masyarakat.

Kepala KPBI Jatim Benny Siswanto usai launcing program inkubator bisnis ponpes berbasis syariah di Ponpes Sunan Drajad kemarin mengatakan, pihaknya tidak menargetkan berapa jumlah santri yang akan masuk menjadi peserta di program inkubator. Hal itu akan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing ponpes. Yang terpenting peserta adalah santri yang akan segera meninggalkan pesantren dan akanterjunkemasyarakat.

Fungsi BI dalam program ini hanyalah sebagai pembina dan pengawas berjalannya program inkubator. Pola pembinaan inkubator mengacu pada potensi wilayah, di mana santri itu akan kembali ke tengah-tengah masyarakat. “Dalam inkubator ini, santri kami arahkan bagaimana melatih kompetisi berbisnis, pendidikan manajemen, serta strateginya,” ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Sunan Drajad KH Abdul Ghofur menerangkan, selama ini Ponpes Sunan Drajad menjadi percontohan sebuah ponpes yang mampu membentuk unit usaha sendiri. Memang sudah seharusnya ponpes bisa mandiri tanpa harus meminta uluran tangan pihak lain.

Saat ini Ponpes Sunan Drajad memiliki sejumlah unit usaha seperti air mineral, garam, dan makanan ayam. Bahkan, ponpes yang ada di pesisir pantai utara Lamongan ini memiliki puluhan truk pengangkut pasir untuk pengurukan laut.

lukman hakim

Berita Lainnya...