Edisi 12-10-2016
Data Kependudukan Tak Bisa Dicetak


UNGARAN – Sekitar 13.720 data kependudukan Kabupaten Semarang yang sudah terkirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak bisa dilanjutkan pada proses pencetakan di daerah.

Ini karena terputusnya jaringan komunikasi antara pusat data e KTP Kementerian Dalam Ne - geri dan daerah tak hanya meng ganggu pelayanan admi - nis trasi kependudukan di. “Sejak jaringan komunikasi terputus minggu lalu, baru sekitar 2% dari 14.000 data ke - pendudukan yang kami kirim ke pusat bisa terproses. Artinya baru 2% itu yang bisa kami print out, sisanya entah menggan - tung dimana,” ungkap Kabid Ke pendudukan Dinas Kepen - dudukan dan Catatan Sipil (Dis - pendukcapil) Kabupaten Se - marang Agus Saryono kemarin.

Agus menjelaskan dari ham - pir satu juta penduduk Kabu - patenSemarang, sekitar750.000 di antaranya adalah warga wajib mempunyai KTP. Dari jumlah itu, hingga akhir Agustus ada 38.000 warga yang belum melakukan perekaman data. “Nah yang 14.000 data ke - pendudukan yang kami kirim ke pusat itu merupakan hasil pe - layanan kami sepanjang Sep - tember lalu.

Jadi saat ini masih ada sekitar 24.000 yang belum melakukan perekaman (data kependudukan),” bebernya. Bagi Agus, animo masya ra - kat untuk melakukan pere kam - an data kependudukan pada September terbilang cukup tinggi, bahkan meningkat ta - jam dibanding bulan-bulan se - belumnya.”Naik 100% . Bulan biasa 7000-an,” ujar dia. Tingginya permohonan pe - rekaman sebagai imbas infor - masi dari Kemendargi soal ba - tas waktu perekaman data ke - pendudukan yang berakhir September 2016.

“Semoga data yang sudah terkirim namun belum bisa ba - lik ke kami itu bisa tersimpan di server pusat,” imbuhnya. Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono menam - bah kan gangguan jaringan ko - munikasi kependudukan ini tidak hanya dialami Kabupaten Semarang.”Itu terjadi secara nasional,”ujar dia. Pemkab Semarang hanya bisa menunggu penanganan ma salah itu dari Kemendagri mengingat kewenangan penge - lolaan data kependudukan bu - kan di daerah.

“Kami ini hanya operator saja, semua hal ten - tang kependudukan dan ca tatan sipil ada di pusat, termasuk du kung an dana dan pengadaan blang ko. Kami hanya bisa berharap ini bisa selesai segera mungkin sehingga perekaman dan pen cetakan bisa tuntas sebelum akhir tahun,”beber dia.

Sekda yang akrab disapa Soni ini menduga munculnya gangguan jaringan komunikasi pusatmerupakandampakmem - beludaknya data ke pen du du - kan yang dikirim daerah. Ter - lebih sepanjang bulan Sep tem - ber mengingat ada infor masi soal batas waktu pere kam an kependudukan. “Mungkin terjadi kepadatan pengiriman data sehingga isti - lahnya terjadi antrean,” tukas dia.

Diberitakan kemarin, ter pu - tusnya jaringan komunikasi daerah dengan pusat data di Kemendagri juga mempe nga - ruhi pelayanan perekaman data di Dispendukcapi Kabupaten Semarang. Petugas Dispendukcapil tidak bisa melakukan pe - rekaman data secara maksimal sehingga banyak pemohon yang kecewa. Bahkan nyaris menganiaya Agus Saryono lan - taran dianggap mempersulit pelayanan.

agus joko

Berita Lainnya...