Edisi 12-10-2016
Data Pemilih Masih Bermasalah


BREBES - DatapemilihdiPilkada serentak Kabupaten Brebes masih bermasalah. Terdapat ratusan ribu pemilih dengan identitas ganda dan tidak memiliki nomor induk kependudukan (NIK).

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar- Lembaga Wakro mengatakan, hasil pengawasan terhadap data pemilih yang dimiliki KPU menunjukkan masih adanya calon pemilih yang datanya berpotensi bermasalah. “Dari hasil pengawasan dan olah data yang kami lakukan terhadap data pemilih dari KPU, kami menemukan ada 134.481 pemilih berpotensi bermasalah,” ujar Wakro kemarin.

Temuan ratusan ribu pemilih tersebut terdiri atas pemilih ganda, pemilih yang tidak memiliki NIK, pemilih tidak memiliki nomor kartu keluarga (KK), dan pemilih tidak memiliki NIK dan nomor KK. “Sebagian besar temuan adalah pemilih dengan nama atau identitas ganda dan tanpa nomor KK. Data ini merupakan hasil rekap dari data pemilih di17 kecamatan,” papar Wakro.

Jumlah temuan pemilih dengan data bermasalah itu masih mungkin bertambah‎ karena saat ini Panwaslu melalui PPL masih melakukan pengawasan terhadap proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan KPU. “Masih sangat mungkin bertambah karena KPU masih melakukan proses coklit (pencocokan dan penelitian).

Proses ini akan terus kami awasi karena PPL berwenang untuk melakukan pengawasan prosesnya termasuk melihat datanya,” ujar Wakro. Temuan data berpotensi bermasalah tersebut sebagian sudah disampaikan PPL di sejumlah kecamatan kepada KPU beserta rekomendasinya. “Data yang kami miliki ini sebagai pembanding data hasil pemutakhiran oleh KPU agar nantinya DPT yang ditetapkan tidak bermasalah,” ucapnya.

Salah seorang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Kecamatan Wanasari bernama Asip membenarkan masih banyaknya data pemilih yang bermasalah. “Banyak pemilih yang saat kami cocokan tidak memiliki NIK dan tidak ada di KK,” ujarnya.

Sementaraitu, KetuaKPUKabupaten Brebes Muamar Riza Pahlevi mengatakan proses pemutakhiran data pemilih masih berjalan, sehingga jika terdapat temuan pemilih dengan data bermaslah bisa dicoret. “Nantinya kan ada proses menjadi DPS (data pemilih sementara) lebih dulu sebelum menjadi DPT (data pemilih tetap). Jadi data yang ada masih dalam proses pemutakhiran,” ujar Riza.

farid firdaus

Berita Lainnya...