Edisi 12-10-2016
Dinas Harus Intensifkan Patroli Dan Pemangkasan


SEMARANG –Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang diminta lebih intens patroli dan melakukan perempelan (pemangkasan) pohon rawan roboh.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman me - nga takan patrol dan perem - pelan yang dilakukan Dinas selama ini belum cukup untuk mencegah pohon peneduh ja - lan yang tumbang dan me reng - gut nyawa. Dinas harus meng - intensifkan lagi secara rutin kegiatan perempelan serta pat roli untuk memantau po - hon-pohon yang mesti perlu segera ditebang dan diganti pohon baru atau peremajaan. Pemantauan perlu dilakukan secara rutin di semua jalan karena saat ini curah hujan tergolong tinggi.

“Kalau berbicara cuaca, itu memang tidak bisa diprediksi. Tapi setelah kejadian ini, kami minta kepada Dinas terkait untuk lebih intens melakukan patroli dan perempelan. Agar mengurangi beban pohon yang besar-besar,” katanya ke - marin. Dia juga setuju langkah pemkot memberikan tali asih kepada keluarga korban pohon tumbang, Senin (10/10). Na - mun, pemkot juga diharapkan mencari tahu atau menyelidiki penyebab pohon tersebut tum - bang.

“Untuk pertimbangan per - lu tidak memberikan sanksi ke - pada DKP,” kata anggota De - wan yang akrab disapa Pilus ini. Wali Kota Semarang Hen - drar Prihadi memerintahkan DKP untuk melakukan in ven - tarisir pohon di tepi jalan yang sudah berusia tua atau lapuk untuk ditebang. Dia tidak ingin ada warga tertimpa pohon tumbang karena diterpa angin atau hujan. Namun, masyarakat juga diminta berpartisipasi mela - porkan kepada pemerintah jika mengetahui pohon yang su dah lapuk termakan usia.

Agar nantinya dilakukan pe - rem pelan atau penebangan jika diperlukan. “Kami membuka komuni - kasi kepada masyarakat, sila - kan lapor kepada saya bisa melalui media sosial maupun SMS Lapor Hendi,” ucapnya. Kabid Pertamanan DKP Kota Semarang Budi Prakoso menuturkan upaya inven ta - risir pohon di pinggir jalan se - tiap tahun rutin dilakukan.

Na - mun, pihaknya belum memi - liki data pasti berapa pohon yang rawan tumbang. Pihak - nya hanya memperkirakan jum lahnya sekitar ratusan po - hon. Setiap jalan yang ter dapat pohon-pohon besar di kate - gorikan rawan pohon tum - bang. “Kami akan lakukan perem - pelan lebih sering lagi dan me - lakukan patrol, terutama di jalan-jalan yang banyak pohon besar,” ujarnya.

Bisa Dituntut

Pemkot Semarang bisa di - tuntut oleh korban maupun ahli waris ketika terjadi insiden pohon tumbang yang menye - babkan korban. Tuntutan gan - ti rugi bisa dilakukan secara per data. “Secara hukum bisa, namun harus dilihat kejadiannya. Mi - salnya, ketika posisi pohon mau ambruk, sudah miring, Pemkot melalui dinas terkait tidak memasang rambu peri - ngatan atau talud pengaman, lalu pohon itu ambruk me - nimpa korban. Nah, itu bisa dituntut perdata,” kata Ketua DPC Peradi Semarang Theo - dorus Yosep Parera.

Proses perdata semacam ini diatur dalam Kitab Undang- Undang Hukum Perdata. Be - sarnya tuntutan, bisa dihitung. “Misalnya dilihat pengha sil - annya (kalau sudah bekerja), umur rata-rata orang Indo - nesia berapa. Nanti dihitung, korban itu umurnya berapa, kemungkinan sisa umurnya (dari rata-rata hidup orang Indonesia) dikalikan dengan penghasilannya tiap bulan,” ucapnya. Insiden korban terkena pohon tumbang semacam ini, yakni jika sudah dipasang pe - ringatan maupun pengaman, tetap menimpa korban, tidak bisa dipidana karena tidak memenuhi unsur-unsurnya.

m abduh/ eka setiawan

Berita Lainnya...