Edisi 12-10-2016
Disidak Keimigrasian, Kanim Pati Gugup


PATI – Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Jawa Tengah M Diah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Imigrasi Kelas II Pati kemarin.

Sidak tersebut membuat semua pegawai gugup, tak terkecuali Plt Kakanim Kelas II Pati Yayan Indriana. “Wah, kenapa nggak bilang-bilang Bapak,” kata Yayan sambil tergopoh-gopoh mendatangi M Diah yang langsung cek bagian pelayanan. Kedatangan M Diah bertujuan memastikan langsung pelayanan sehingga tidak menghubungi atau mendatangi pejabat Imigrasi Pati ketika sampai.

Sidak juga untuk melihat langsung pelayanan di kantor Imigrasi menyusul adanya komplain via pesan pendek (SMS) dari warga atau pemohon yang mengeluhkan jam pelayanan molor. Seharusnya buka pukul 07.30 WIB, tapi baru melayani satu jam kemudian. Namun ketika dicek langsung, keluhan itu tidak terbukti. “Saya datang ke sini cek langsung.

Kenapa Kanim Pati? Karena juga di sini dipimpin Plt, bukan pejabat (kepala) definitif. Saya ingin pelayanan tidak kendur walaupun dipimpin Plt. Pejabat sebelumnya bulan lalu pensiun,” kata M Diah. Dari pantauan KORAN SINDO sidak, beberapa pejabat tampak gugup. Sekitar pukul 08.30 WIB di kantor yang beralamat di Jalan Raya Pati-Kudus KM 7 Nomor 1 Margorejo, Pati itu, sudah banyak didatangi pemohon. Rata-rata pemohon paspor untuk keperluan umrah, warga Jepara.

M Diah juga sempat mengecek brankas khusus untuk penyimpanan paspor dan dokumen lain. Salah satunya, Nurkholis, warga Jepara. Dia mengaku datang jam 08.00 ke Kanim Pati. “Mengurus paspor untuk umroh, puas dengan pelayanan di sini. Pukul 08.00 WIB saya datang, sudah ada petugasnya,” katanya.

KTP Palsu

Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian (Lalintuskim) Kanim Pati, Alvian Bayu, mengatakan masih ada temuan-temuan penyimpangan yang dilakukan pemohon sendiri. “Kemarin ada pemohon paspor katanya mau umrah, tapi KTP-nya palsu. Dia punya 2 KTP dengan data sama, tapi satunya (fisik) palsu.

Ada juga eks TKI yang sengaja menceburkan paspornya ke air, setelah saya cek, ternyata sudah dua kali deportasi,” kata Alvian. Untuk KTP palsu, data-data di dalamnya asli, tapi fisik dokumennya palsu. Identitasnya Siti Salamah, kelahiran Kudus, 19 Maret 1955, warga RT 003/RW 005, Kelurahan Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Pekerjaannya guru.

eka setiawan



Berita Lainnya...