Edisi 12-10-2016
Hakim Cek Fakta Sengketa Kebonharjo


SEMARANG –Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Se ma - rang yang menangani perkara gugatan warga Kebonharjo me - lawan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan sidang di lokasi penggusuran Kebon har - jo, Semarang Utara, kemarin.

Si - dangdilokasitersebutdilakukan untuk mengecek lokasi seka li - gus memeriksa bukti serta per - nyataan saksi-saksi yang sudah didengar dalam persidangan. Dalam sidang di lapangan itu, ketiga majelis hakim yang me - nyidangkan hadir, yakni Ketua Majelis Eny Indriyartini dan dua hakim anggota Sartono dan Anastacia Tyas. Selain itu, sidang lapangan juga dikawal oleh anggota Peng - hubung Komisi Yudisial (KY) Jawa Tengah.

“Sidang lapangan ini kami lakukan untuk mengecek lokasi yang menjadi objek sengketa antara warga Kebonharjo de - ngan PT KAI. Objeknya seperti apa, dampaknya seperti apa dan sebagainya,”kata ketua majelis hakim, Eny kepada wartawan, kemarin. Sidang lapangan lanjut dia juga digunakan untuk menco - cokkan bukti dan keterangan saksi selama persidangan.

Nan - tinya, hasil sidang lapangan ter - sebut juga akan digunakan da - lam pertimbangan keputusan. Sidang berlangsung sekitar 1,5jam. Selainmelihat lokasi, ha - kim juga bertemu dengan war ga sekitar khususnya mere ka yang terdampak dengan peng gu - suran itu. Kuasa hukum warga Ke bon - harjo, Budi Sekoriyanto menga - takan, hasil sidang di lapangan membuat keyakinanya menang dalam perkara ini semakin kuat.

Sebab, dalam sidang lapangan itu terbukti jika objek sengketa bukan masuk wilayah PT KAI. “Bukti yang dihadirkan ter - gugat yakni nomor 14.22.23 ta - hun 1958 ternyata bukan di ob - jek sengketa. Ini membuktikan bahwa apa yang dilakukan PT KAI jelas melanggar hukum,” kata dia. Selain itu, hakim lanjut Budi juga mengatakan bahwa objek sengketa bukan masuk bukti tergugat. Sehingga jelas bahwa apa yang menjadi dalil serta bukti tergugat sangat lemah.

“Hasil sidang lokasi ini akan disampaikan pada persidangan pekan depan dengan agenda kesimpulan masing-masing pi - hak,” tegasnya. Kuasa hukum warga Kebon - harjo lainnya Deo Hermansyah mengatakan, dengan sidang lapangan tersebut menjadi jelas bahwa proses penggusuran ru - mahwargatelahmenyalahiatur - an. Pihaknya menegaskan jika hakim juga sudah mengetahui hal itu saat sidang di lokasi ter - sebut. “Seharusnya hakim meme - nangkan kami dalam perkara ini setelah sidang lapangan ini.

Sebab semuanya menjadi jelas dan gamblang bahwa lokasi ob - jek sengketa tidak masuk dalam wilayah PT KAI,”tegasnya. PT KAI berencana melaku - kan proyek reaktivasi rel dari stasiun Tawang menuju Pela - buhan Tanjung Emas. Dalam proyek itu, puluhan rumah war - gaKebonharjodigusuruntukke - perluan tersebut. Sosialisasi terhadap proyek itu terus dilakukan oleh PT KAI.

Namun, warga tetap menolak penggusuranolehPTKAIkarena hanya diberi ganti rugi yang ti - dak sesuai dengan keinginan war ga. Meski begitu, pada 19 Mei lalu PT KAI tetap melakukan penggusurandikawasanKebon - harjodanmendapat perlawanan warga hingga berakhir ricuh. Warga melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Se - marang. Gugatan yang diwakili oleh kuasa hukum dari Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Semarang juga melakukan gugatan dan menuntut PT KAI membayar ganti rugi kepada warga sebesar Rp57 miliar.

andika prabowo




Berita Lainnya...