Edisi 12-10-2016
Kampus Harus Bangun Pendidikan Berbudaya


SEMARANG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR ) Agus Hermanto menyampaikan, banyak institusi pendidikan yang masih menggunakan manajemen konvensional pada pembangunan pendidikan.

Langkah itu dipandang kurang dapat menjawab tantangan perubahan zaman seperti saat ini dan berimbas pada tidak terpenuhinya sasaran-sasaran ideal yang ingin dicapai. Perlu diambil langkah baru, di antaranya dengan pembangunan pendidikan yang berbudaya.

“Dengan kata lain, tanpa adanya manajemen pendidikan yang baik, suatu institusi pendidikan tidak akan dapat bergerak secara maksimal sehingga proses pendidikan menjadi tak seperti yang diharapkan,” ujarnya ketika memberikan kuliah umum bertema “Kebudayaan dan Kepemimpinan dalam Pendidikan di Indonesia” di Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes), baru-baru ini.

Di depan sekitar 300 mahasiswa baru S2-S3 PPs Unnes, Agus menjelaskan bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional serta dalam membangun peradaban yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. “Apa pun persoalan yang dihadapi, komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan UU Nomor 20 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 1 dan pasal 3, “ kata Ketua Dewan Penyantun Unnes itu.

Sementara itu, Direktur PPs Unnes Prof Achmad Slamet mengungkapkan, mahasiswa baru perlu diberikan pengenalan terhadap kebijakankebijakan di bidang pendidikan. Hal ini berguna agar mahasiswa PPs yang notabene adalah calon pendidik dapat menjawab dan siap menghadapi tantangan bangsa, khususnya di bidang pendidikan.

“Semoga dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa PPs mendapat pencerahan mengenai kebijakan pendidikan demi mewujudkan Unnes sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional,” katanya.

susilo himawan









Berita Lainnya...