Edisi 12-10-2016
Pemkab Kudus Gelar Razia Pekat Siang-Malam


KUDUS – Pemkab Kudus selama dua pekan ke depan akan menggelar razia penyakit masyarakat (pekat). Razia tersebut dilakukan tim gabungan terdiri atas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Satpol PP dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus Lutful Hakim mengatakan razia digelar dalam rangka mengurangi penyakit masyarakat, di antaranya gelandangan dan pengemis, kafe karaoke, dan pedagang kaki lima. “Razia ini digelar selama 14 hari berturut-turut bersama tim gabungan. Hal ini sesuai rapat koordinasi dengan bupati,” ucapnya kemarin.

Lutful menyadari memang masih banyaknya gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi. Bahkan, untuk memberikan penyadaran kepada mereka (red, gepeng) susah sekali. “Misalnya saja, hari ini (kemarin) kita tangkap dan diberikan pengarahan. Namun, selang beberapa hari mereka pasti turun ke jalan lagi. Ini soal mental mereka yang susah untuk diubah,” ungkapnya.

Dalam razia kemarin, petugas gabungan menjaring seorang gelandangan yang sudah berusia sekitar 70 tahun. Lantaran kondisi kesehatannya menurun, petugas lalu membawa gelandangan itu ke UGD RSUD dr Loekmono Hadi untuk mendapatkan perawatan. Lutful mengaku sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk kecamatan dan desa. Informasinya, gelandangan yang terkena razia merupakan warga Jati Wetan Kecamatan Jati.

“Namun, informasi tersebut masih kami kroscek. Termasuk nanti bagaimana mengembalikan kepada keluarga. Untuk perawatan di rumah sakit, kita sudah koordinasi dengan direktur RSUD,” ucapnya. Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sutrimo menambahkan, razia gepeng dalam 14 hari ke depan tidak hanya menyisir wilayah perkotaan, tapi juga akan menyisir daerah pinggiran dan sejumlah titik yang menjadi daerah operasi gepeng selama ini. “Tidak hanya siang hari, kami juga akan melakukan razia pada malam hari,” ujarnya.

Lokasi sekitar Menara Kudus memang menjadi lokasi favorit gelandangan dan pengemis melakukan aksinya. Bahkan sangat meresahkan khususnya bagi peziarah. “Sudah sering dilakukan razia di sekitar Menara Kudus, namun mereka masih banyak yang membandel,” ujarnya. Selain razia gepeng, tim gabungan juga menyasar tempat hiburan seperti kafe dan karaoke.

“Kita akan menyisir kafe dan karaoke di Kudus karena selama ini sudah kami tutup. Namun, jika ada yang membandel maka akan kami tidak segan memberikan sanksi kepada pemilik. Razia ini digelar dalam rangka mengurangi kemaksiatan di Kota Kudus,” papar Didik Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Sugiharto mengaku akan menindak tegas oknum pemilik kafe dan karaoke yang sengaja membuka segel Satpol PP. Menurut dia, hal itu jelas melawan hukum dan akan diproses hukum lebih lanjut. Berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pelarangan Tempat Hiburan Malam, PUB, dan Kafe Karaoke.

AM


Berita Lainnya...