Edisi 12-10-2016
Ribuan Warga Berebut Nasi Jangkrik


KUDUS– Ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus dan sekitarnya memadati kompleks makam Sunan Kudus kemarin.

Mereka datang sejak dini hari demi mendapatkan nasi jangkrik yang dibagikan setiap prosesi buka luwur. Salah satu warga bernama Ita mengaku sudah antre selama satu jam untuk mendapatkan nasi jangkrik. Dia bahkan rela berdesak-desakan dengan warga lain demi mengalap berkah nasi jangkrik.

“Saya sudah antre sejak sekitar pukul 05.30 WIB, dan ini sudah satu jam baru mendapatkan nasi jangkrik. Setelah ini, nasinya akan saya bawa pulang untuk dimakan bareng keluarga,” kata warga Pasuruhan Lor itu setelah mendapatkan nasi jangkrik. Hal yang sama juga dilakukan Widaningsih.

Dia mempercayai dengan memakan nasi yang diperoleh dari tradisi buka luwur di makam Sunan Kudus tersebut akan mendapatkan banyak manfaat dari mengonsumsi nasi tersebut. “Semua warga Kudus percaya, nasi jangkrik ini bisa mendatangkan banyak manfaat. Makanya banyak warga yang rela berdesak-desakan untuk mendapatkan satu bungkus nasi tersebut,” ucapnya.

KetuaYayasanMasjidMenara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Muhammad Najib Hassan menjelaskan, nasi bungkus yang disediakan untuk dibagikan kepada masyarakat umum sebanyak 31.254 bungkus dan sekitar 2.100 bungkus keranjang dari anyamanbambuuntuktamu antara lain tokoh masyarakat, kiai, pejabat, pekerja, panitia, relawan, dan penyumbang.

“Nasi jangkrik mulai dibagikan usai salat subuh, dan sebelum dibagikan sudah didoakan dulu oleh para kiai,” ujarnya. Najib melanjutkan, tahun ini masyarakat pemberi sedekah sebanyak 6.330 orang. Sedekah tersebut berbentuk uang, kerbau, kambing, beras, ayam, aneka bumbu masak, kopi, gula, dan teh. Adapun jumlah beras yang diterima 14,5 ton, 10 kerbau, dan 70 kambing.

“Bahkan dari daftar tersebut, ada banyak penyumbang dari kalangan nonmuslim. Adanya warga nonmuslim yang ikut menyumbang ini mencerminkan bahwa Sunan Kudus ini bukan hanya milik kaum muslim saja. Karena Sunan Kudus ini bisa dijadikan simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Kudus,” tandasnya.

Upacara Pemasangan Luwur

Saat pembagian nasi jangkrik berlangsung, di kompleks makam Sunan Kudus juga dilangsungkan upacara pemasangan luwur. Prosesiinidilaksanakandi halamanTajugyangdihadiripara ulama, tokoh masyarakat, pejabat, dan tamu undangan. Acara dimulai dengan pembacaan tasbih sekaligus doa hasbunallah wanihasbunallah wanimal wakil, nimal wakil, nimal maula wanimal maula waniman nasyir, dan doa Asyura.

Setelah doa selesai, panitia peserta kemudian menuju makam Sunan Kudus untuk memasang luwur di bagian dalam makam. Acara kemudian diakhiri dengan tahlil dan doa di makam Sunan Kudus. “Luwur di makam Sunan Kudus terdiri dari aneka bentuk.

Luwur untuk bagian luar makam terdiri dari langitan, wiron, kompol, unthuk, dan kiswah. Sedangkan luwur bagian dalam makam terdiri dari langitan, ranjang dan melati. Adapun kain yang digunakan untuk luwur tahun ini sebanyak 36 pis dan 35,53 meter yang kesemuanya berasal dari sedekah masyarakat,” ucapnya.

LSN







Berita Lainnya...