Edisi 12-10-2016
SMP 1 Bae Lolos Seleksi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional


KUDUS – SMP 1 Bae Kudus berhasil lolos seleksi sekolah Adiwiyata tingkat nasional yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Namun, keberhasilan SMP 1 Bae ini tidak diikuti dua sekolah lainnya yang diajukan Kabupaten Kudus, yakni SMA 1 Bae dan SD 2 Wergu. Kepala SMP 1 Bae Jarno menjelaskan, indikator penilaian sekolah adiwiyata itu menyangkut empat komponen, yaitu sekolah tersebut harus mempunyai kebijakan berwawasan lingkungan, melaksanakan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasispartisipatif, danpengelolaan sampah ramah lingkungan.

“Untuk ikut seleksi sekolah adiwiyata tingkat nasional, nilai yang harus dikumpulkan sekolah dari empat komponen tersebut, minimal 72. Tapi dalam seleksi administrasi beberapa waktu lalu, kami berhasil mengumpulkan nilai 78,” katanya kemarin. Jarno melanjutkan, keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama semua warga sekolah untuk menyukseskan programprogram lingkungan yang dicanangkan oleh sekolah.

Seperti pembentukan duta lingkungan, bank sampah, budi daya jamur tiram, dan beberapa kebun sayur yang dikelola oleh siswa. “Untuk program yang kami unggulkan adalah overflow system, yaitu pengelolaan limbah air wudu yang diolah untuk digunakan sebagai pengairan di kolam lele dan juga tanaman vertikal. Selain itu, kami juga menampung air hujan yang juga digunakan untuk menyiram tanaman.

Jadi, hampir semua tanaman di SMP 1 Kudus tidak perlu disiram karena sudah ada sistem pengairannya sendiri,” tandasnya. Bahkan, sekolah juga membentuk duta lingkungan dan duta sampah yang diambil dari perwakilan kelas untuk bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan mengelola bank sampah. Harapannya, kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitarnya akan terus terpupuk. “Pemberian tanggung jawab ini lebih kepada sebagai wujud pembelajaran kepada siswa untuk peduli terhadap lingkungan di sekolahnya maupun di lingkungan lain di luar sekolah.

Apalagi, masalah sampah merupakan masalah yang cukup serius,” papar Jarno. Salah satu siswa yang menjadi duta lingkungan, Aliya Noor Azizah, mengaku senang menjadi duta lingkungan ini. Karena dengan tanggung jawabnya ini, dia menjadi semakin banyak tahu tentang problem- problem lingkungan dan cara-cara menanggulanginya. Bahkan dengan menjadi duta lingkungan ini, dia bisa memberi manfaat kepada warga sekolah yang lain tentang pemanfaatan lingkungan.

“Senang sekali bisa menjadi duta lingkungan. Karena tugas kami adalah menjaga lingkungan SMP 1 Bae tetap asri. Selain itu, kami juga mendapat banyak ilmu baru dengan adanya program-program berbasis lingkungan di sekolah ini. Apalagi, SMP 1 Bae berhasil lolos seleksi sekolah adiwiyata tingkat nasional. Jadi sangat bangga sekali karena bisa menjadi bagian dari kesuksesan tersebut,” ujar siswa kelas 9A tersebut.

LSN



Berita Lainnya...