Edisi 12-10-2016
125 Pohon Angsana Ditebang


BATU – Memasuki musim hujan, BadanPenanggulanganBencana Daerah (BPBD) Kota Batu telah memotong 125 pohon angsana di tepi jalan yang sudah mati.

Kegiatan ini untuk mengurangi risiko korban jiwa danmaterialselamaturunhujan. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu Hari Santoso menegaskan, April lalu pihaknya bersama Dinas CKTR melakukan pendataan jumlah pohon yang mati mencapai 120. Bahkan, hingga awal bulan ini diperkirakan jumlah yang mati bertambah. “Ratarata pohon yang mati jenisnya angsana karena diserang penyakit.

Di luar Kota Batu juga terjadi hal yang sama. Banyak pohon angsana yang mati. Saya sudah menghubungi Kepala KLH Kota Blitar. Di Kota Blitar juga banyak pohon angsana yang mati,” ungkapnya. Menurut Hari, salah satu daya tarik wisatawan datang ke Kota Batu karena alamnya indah. Tetapi kalau banyak pohon yang dipotong, suhu udara di Kota Batu menjadi panas.

Maka solusinya, KLH mengajak PHRI ikut menanam pohon di tepi jalan. “Kita dorong CSR dari anggota PHRI dikembalikan ke lingkungan. Wujudnya dengan menanam pohon di tepi jalan, sekaligus ikut merawatnya. Untuk jenis pohon yang akan ditanam di tepi jalan antara lain jenis pinisium, trembesi, dan cemara,” ujar mantan Camat Batu ini. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirurohim menambahkan, BPBD hanya memotong pohon angsana sudah mati.

Pohon yang mati batangnya lapuk. Tentu hal itu sangat membahayakan pengguna jalan. “Kita khawatir saat hujan lebat disertai angin, tiba-tiba pohonnya roboh menimpa pengguna jalan. Maka solusinya, seluruh pohon yang mati di tepi jalan dipotong,” tandasnya. Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Batu Suwandi mendesak pemkot segera menanam pohon lagi di tepi jalan untuk mengganti pohon yang ditebang. Kalau tidak segera ditanami, kondisi jalan di Kota Batu menjadi gersang.

maman adi saputro



Berita Lainnya...