Edisi 12-10-2016
Gubernur Perintahkan BPBD Siaga


BANDUNG– Pemprov Jabar telah me nge luarkan status siaga bencana sepanjang 2016. Status siaga tersebut dikeluarkan karena melihat kondisi cuaca hujan yang cenderung tinggi sebagai dampak fenomena La Nina hingga akhir tahun.

Dikeluarkannya status ter se but Gu ber - nur Jawa Barat Ah mad Heryawan me - min ta agar seluruh personel Badan Pe - nang gulangan Bencana Daerah (BPBD) pro vin si dan kabu pa ten/kota selalu siap siaga menghadapi bencana. Aher mengatakan, melihat kondisi cuaca sedang tidak me nen tu tersebut diharapkan se lu ruh personel BPBD harus mu dah dihubungi kapan dan di ma na pun untuk menghadapi peristiwa tersebut.

“Ini penting karena ada dua ragam kesiagaan yakni siaga bencana banjir,” kata nya, kemarin. Ini perlu dilakukan karena hujan terus terjadi di wilayah Jawa Barat dan terjadi kemarau basah akibat fenomena La Nina. “Karenanya, saya mengimbau seluruh warga mewaspadai ben cana alam, ter - utama banjir dan longsor karena hingga ak hir 2016 wilayah Jawa Barat memasuki musim hujan,” ucapnya.

Dia menuturkan sejak awal 2016 hingga saat ini hujan terus terjadi di wilayah Jawa Barat dan terjadi kemarau basah aki - bat fenomena La Nina. “Artinya tahun ini tidak ada kemarau to - tal, adanya kemarau basah. Wa - lau pun musim kemarau tapi hu - jan tetap ada. Dalam seminggu ada hujan satu atau dua hari,” ujar dia. Menurut dampak kemarau basah yang terjadi tahun ini menguntungkan warga yang menggarap sektor pertanian padi namun merugikan bagi warga yang menggarap sektor pertanian holtikultura seperti buah-buahan.

Aher mengimbau seluruh war ga untuk mewaspadai ben - cana alam seperti banjir dan longsor karena hingga akhir tahun 2016 wilayah Jawa Barat se dang memasuki musim hu - jan. “Artinya semua kita harus waspada dengan bencana. Bagi masyarakat yang merasa ada pada kawasan rawan bencana, ketika ada gejala, ada ke kha wa - tiran, bisa dipicu angin, cuaca, hujan, segera menyelamatkan diri,” kata dia.

Kepala BPBD Haryadi Warga dibrata mengaku telah meng instruksikan anggotanya di kabupaten/kota untuk tetap siaga terutama untuk daerah Jawa Barat selatan. Termasuk ma syarakat yang tinggal di ka - was an bencana. Selain itu, dia me minta agar BPBD di ka bu pa - ten/kota untuk selalu me nyiap - kan logistik. “Selain itu juga harus pantau iklim terutama perubahan iklmi yang cukup cepat seperti hujan yang besar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pa - ngandaran Jeje wiradinata me - ngatakan, Pemerintah daerah menetapkan tanggap darurat bencana di Kabupaten Pa ngan - da ran menyusul bencana banjir dan longsor yang merata terjadi di semua wilayah Kabupaten Pangandaran. Kondisi tanggap darurat ini berlaku hingga wak - tu yang belum ditentukan. Jeje menjelaskan, pemda saat ini sudah menetapkan sta - tus tanggap darurat bencana di Kabupaten Pangandaran.

“Per - nya taan sikap dari bupati untuk tanggap darurat. Jadi nanti ada beberapa penggunaan dana tak terduga,” ujar Jeje. Status tang - gap darurat itu akan di ber la ku - kan hingga waktu yang belum ditentukan. “Tanggap darurat sampai kondisinya memung - kin kan untuk kita cabut.” Dalam masa tanggap daru - rat, Jeje mengimbau semua ca - mat di Kabupaten Pangandaran (10 camat) agar tetap waspada dan siaga.

Para camat kata dia, diperintahkan untuk selalu me - mantau dan mengawasi dae - rah nya masing-masing. Ter uta - ma bagi daerah langganan ban - jir seperti Kecamatan Kali pu - cang dan Padaherang. “Camat konsentrasi di daerah masingmasing. Inventarisasi kali yang sering banjir. Buat pos ke se - hatan di kecamatan masingma sing,” tutur dia.

Sementara itu, Badan Me - teo rologi Klimatologi dan Geo - fisika (BMKG) Bandung mem - prediksi puncak musim hujan tahun 2016 di wilayah Jawa Barat akan terjadi November. “Oktober ini hampir seluruh wilayah di Jawa Barat sudah memasuki musim hujan dan puncaknya kami prediksi akan terjadi di November nanti.

Se - hingga akan terjadi pening ka - tan intensistas curah hujan sam pai beberapa bulan ke de - pan,” kata Staf Data dan In for - masi BMKG Yuni Yulianti. Dia menuturkan, curah hu jan bulanan yang terjadi selama Oktober hingga November 2016 diperkirakan akan meng alami peningkatan yang cukup sig ni fi - kan yakni mencapai 200 hingga 400 mm per bulannya. “Secara ke - seluruhan 200-400 mm, tapi se - ba gian wilayah Pan tura Jabar se - per ti Indramayu, Subang itu cu - rah hujannya men capai 151-300 mm per bu lan,” kata dia.

Dua Jembatan Sementara Dibangun

Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membangun dua jembatan sementara di jalur nasional Kabupaten Pangan da - ran dan Kota Banjar yang am - brol akibat tergerus aliran su - ngai Minggu(9/10), lalu. Pe - nger jaan pembangunan terse - but akan langsung dilakukan se - telah jembatan sementara (bai - ley) tiba dilokasi.

“Bailey kata - nya sudah datang dari Bogor. Sekarang tinggal penger ja an - nya saja,” kata Gubernur saat melakukan peninjauan lang - sung ke Jembatan Cicapar, Kota Banjar, kemarin. Dia menyebutkan, rusaknya dua jembatan yang berada di ja - lur nasional tersebut harus se - gera diperbaiki agar kendaraan dapat kembali melintas.

Saat ini, kata dia, lalu lintas ken da - raan yang mengarah ke jem bat - an sementara dialihkan ke jalur alternatif. Sementara itu, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih me nga - takan Pemerintah Kota Banjar tetap mengusulkan untuk pem - ba ngunan jembatan kembali di jalan amblas tersebut.

Sebab, jalur tersebut merupakan jalan utama kendaraan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah. “Kami khawatir jika kendaraan dialihkan dan harus masuk ke Kota Banjar, terutama ken da ra - an besar akan merusak in fra - struk tur jalan perkotaan pan - jang 25 kilometer. Sebab, jalan tersebut dibangun tidak untuk kendaraan angkutan berat.

KBB Diterjang Longsor

Puluhan rumah rusak parah akibat longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (10/10). Mes ki tidak ada korban jiwa, na - mun kerugian ditaksir men - capai ratusan juta rupiah dan sebagian warga pun terpaksa harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data yang di - him pun dari Petugas Bab hin - kam tibmas Polsek Saguling, longsor yang terjadi diantara - nya di Kampung Cijambe, RT 01/10, Desa Cikande, Kampung Ciiwur, RT 02/10, Desa Ci kan - de, Kampung Cikarang, RT 02/07, Desa Saguling, Kam - pung Cipeuteuy, RT 04/05, Desa Saguling, dan Kampung Cipeundeuy, RT 01 dan 05/04, RT 02 dan 03/06 Desa Jati. Akibat longsor tersebut, se - lain merusak rumah juga sem - pat menutup akses jalan.

Se - perti yang terjadi di Kampung Cijambe, RT 01/10 Desa Ci kan - de. Akses Jalan sepanjang 25 meter sempat tertutup long so - ran tanah sebelum petugas Bab - hinkamtibmas bersama warga membersihkannya. Sementara untuk longsor yang terjadi di Kampung Ciiwur s RT 02/10 Desa Cikande, longsoran tanah menimpa rumah milik Ondo, 70, dan Eti, 34.

“Tidak ada kor - ban jiwa akibat longsor ini na - mun pemilih rumah mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta,” ungkap Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi, kemarin. Ade melanjutkan, longsor terparah terjadi di Desa Sa gu - ling dan Desa Jati. Seperti di Kampung Cikarang RT 02/07, Desa Saguling, longsor yang ter - jadi sekitar pukul 17.00, selain menutup akses jalan Kampung Cikarang ke Kampung Cibuluh, juga menimpa 4 rumah warga, yakni milik Yaya (60), Lukman (35) Fajar (30) dan Ecih (55).

Berdasarkan penuturan ketua RW Ade, hujan yang tu - run dari siang hingga sore me - nye babkan terjadinya longsor akibat kontur tanah yang tidak mendukung. Dua orang meng - alami luka akibat tertimpa re - run tuhan rumah. “Korban luka yakni Ecih dan Asep Nurdin yang saat itu juha langsung di - bawa ke Puskesmas,” ujar Ade.

Selain di Kampung Ci ka - rang, longsor juga terjadi di Kam pung Cipeuteuy. Akibat longsor, akses jalan sepanjang 20 meter di kampung tersebut sempat tertutup material ta - nah. Bahkan, lima rumah warga rusak cukup parah akibat di ter - jang longsoran tanah dan tertimpa pohon.

Sementara itu, Kepala Bi dang Kedaruratan Logistik (Darlog) BPBD KBB Diki Mau la na me nga - takan, pihaknya ma lam ini akan mengirimkan alat berat untuk membersihkan material tanah yang masih me nutupi baik akses jalan ataupun rumah warga di lokasi kejadian. “Malam ini kami akan kirimkan alat berat dan kedepannya kami akan terus membenahi dan mem bersihkan lokasi longsor,” kata Diki.

mochamad solehudin/ heru muthahari/ nur azis/ fani ferdiansyah/ syamsul ma’arif/ dadang hermansyah

Berita Lainnya...