Edisi 04-11-2016
Perhiasan Amethyst Yang Mewah


MEWAH, mahal, dan indah mendeskripsikan perhiasan amethyst. Meskipun harga yang ditawarkan tidak pernah murah, perhiasan tetap menjadi barang favorit.

Merasa cantik dan percaya diri menjadi alasan utama para wanita untuk memiliki perhiasan.Hal ini juga yang dapat dilihat pada tahun ini ketika banyak rekor perhiasan yang dipecahkan. Pada Mei lalu, perhiasan Burma Sunrise Ruby seberat 25,59 karat menetapkan tiga rekor dunia baru ketika dijual seharga 19.600.000 poundsterling di Sotheby, Jenewa.

Rekor ini membuat Burma Sunrise Ruby menjadi batu ruby paling mahal yang pernah dijual saat ini. Sebelumnya permata paling mahal pernah dijual Cartier dan membuat rekor baru untuk harga per karat dari setiap ruby. Untuk itulah, Sunrise Ruby membantu Sotheby mencapai penjualan tertinggi dengan total penjualan perhiasan sebesar 103.900.000 poundsterling.

Namun, di antara banyaknya batu permata yang memecahkan rekor dunia dengan harga termahal, batu amethyst masih menjadi salah satu batu favorit untuk pelengkap perhiasan. Meskipun memiliki harga yang tidak terlalu mahal seperti batu ruby, bentuknya yang beraneka ragam serta warnanya yang terlihat cantik dan keunguan membuat batu amethyst selalu menarik hati pencinta perhiasan.

Bahkan, banyak selebriti Hollywood yang mengenakan perhiasan ini ketika hadir dalam red carpet , sebut saja Kristen Stewart, Diane Kruge, dan Angelina Jolie. “Batu permata amethyst sangat terlihat eye catching dengan berbagai warna, mulai merah muda hingga keunguan. Batu ini dipercaya dapat mencegah keracunan sehingga banyak yang menggunakannya sebagai batu permata pelengkap perhiasan,” tulis Sarah Royce- Greensill seperti dikutip telegraph.co.uk .

Mengambil inspirasi dari era masa lalu, batu amethyst pertama kali diciptakan pada zaman Yunani kuno ketika legenda Yunani mengaitkan amethyst dengan dewa anggur, Bacchus, karena warnanya yang terlihat keunguan. Namun, pada legenda lain tercermin keyakinan bahwa amethyst dapat membuat pemakainya berjiwa bersih.

Saat itu, masyarakat Yunani percaya bahwa amethyst bisa menangkal keracunan. Sementara tentara pada abad pertengahan mengenakan jimat amethyst untuk melindungi diri dalam pertempuran. Berdasarkan hal itu, akhirnya ungu ditetapkan sebagai warna kerajaan dan membuat batu amethys dipakai sebagai perhiasan pada mahkota kerajaan Inggris dan menjadi perhiasan favorit Ratu Mesir Catherine.

“Legenda mengatakan bahwa batu ini melindungi pemakainya dari mabuk dan rayuan jimat. Selain itu, amethyst juga dianggap baik untuk menenangkan jiwa setiap orang,” tulis Julie Kosin, kolumnis mode di harperbazaar.com. Keistimewaan yang dimiliki batu amethyst inilah yang membuat banyak desainer perhiasan menggunakan amethyst ke desain perhiasan mereka.

Daniella Villegas, misalnya, salah satu desainer yang menggunakan batu amethyst dalam berbagai koleksi miliknya. Berbentuk kumbang, Daniella menciptakan cincin emas rose seberat 18 karat dengan tambahan batu amethyst, ruby, dan safir seharga 12.600 poundsterling yang bisa milik Net-a-Porter .

Unik, hal itulah yang coba dilakukan Daniella dengan menampilkan detail batu amethyst besar pada bagian badan cincin kumbang tersebut. Selain cincin kumbang yang terlihat unik karena desainnya, ada pula anting amethyst milik Stephen Webster. Berbentuk segi empat dengan satu sisi tidak dihiasi permata, Stephen menciptakan anting lady stardust seberat 18 karat dengan dasar emas putih.

Tidak hanya sekadar anting biasa, Stephen juga menyisipkan batu amethyst yang terlihat sangat indah berbentuk segitiga di bagian dalam anting .“Banyak yang menganggap bahwa amethyst memiliki nilai yang sama seperti batu ruby, zamrud, dan safir karena bentuknya yang indah. Hal ini jugalah yang membuat batu amethyst sering dipakai para bangsawan Inggris,” tulis Rusell Shor seperti dikutip gia.edu.

andari novianti