Edisi 05-11-2016
Calon Bupati Busel Jadi Saksi Kasus Suap Pilkada Buton


JAKARTA - Calon Bupati Buton Sulawesi Tenggara 2011/ 2012 La Ode Muhammad Agus Feisal Hidayat memastikan ada dugaan penyerahan uang suap dari Bupati Buton 2012-2017 Samsu Umar Abdul Samiun kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar selain yang Rp1 miliar.

Penegasan itu disampaikan Agus seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, kemarin. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Samsu Umar Abdul Samiun alias Umar Samiun atas kasus suap pengurusan putusan sengketa Pilkada Buton 2011 dan pilkada hasil pemungutan suara ulang (PSU) 2012 yang disidangkan di MK. Sebelum itu Samsu Umar disebut- sebut memberikan uang suap sebesar Rp1 miliar kepada Akil agar dimenangkan dalam sengketa Pilkada Buton.

Agus yang kini menjadi calon bupati Buton Selatan (Busel) pada Pilkada 2017 itu memaparkan, proses yang menyertai persidangan MK hingga putusannya sarat dengan penyimpangan. Salah satunya, Umar sudah menemui pegawai MK bernama Dian Farizka.

”Itu sudah tindakan suap pertama yang sudah dilakukan Umar untuk melakukan pilkada ulang(PSU),” kataAgus, kemarin. Diketahui, pada Pilkada I 2011, KPUD Kabupaten Buton memenangkan pasangan calon bupati-wakil bupati Agus Feisal Hidayat-Yaudu Salam Adjo dengan perolehan suara 32% lebih mengungguli 8 pasangan lain. Pada Agustus 2011, tiga pasangan calon termasuk Umar-La Bakry dan La Uku-Dani mengajukan gugatan ke MK.

MK kemudian memutuskan dilakukan PSU. Hasil pilkada PSU kemudian dimenangi pasangan Umar Samiun-La Bakry. Atas hasil PSU, pasangan Agus-Yaudu dan pasangan lain mengajukan gugatan ke MK. Namun MK tetap memenangkan pasangan Umar-La Bakry.

”Setahu kami, bagi pihak apakah sebagai pihak pemohon atau terkait, tidak boleh pegawai Mahkamah Konstitusi itu berhubungan, berkomunikasi, atau berurusan dengan yang tengah bersengketa di MK,” tuturnya.

sabir laluhu