Edisi 05-11-2016
Cari Pasangan Hidup Pakai Masker


Sebuah layanan kencan asal Jepang, Def Anniversary, tidak hanya mencoba membantu para remaja mencari jodoh, tapi juga membantu mendorong mereka yang masih malu-malu untuk ikut berinteraksi.

Mereka akhirnya menyusun sebuah agenda yang membolehkan para partisipan mengenakan masker wajah agar lebih percaya diri. Seperti diketahui, masker wajah sudah menjadi bagian dari kebudayaan Jepang sejak beberapa tahun lalu. Sebagian masyarakat Jepang terbiasa menggunakan masker wajah saat berjalan di tepi jalan raya.

Tujuannya untuk mencegah penyakit, virus, dan reaksi alergi lainnya atau untuk membuat permukaan wajah halus dan hangat. Namun, kini Def Anniversary menambah fungsi masker wajah di Jepang sebagai aksesoris. Layanan kencan yang berbasis di Tokyo tersebut akhirnya kian popular. Banyak pemuda- pemudi Jepang yang awalnya malu-malu menjadi lebih optimistis untuk melakukan konkatsu (mencari jodoh), terlepas berhasil atau tidak.

Selama kencan, sejumlah calon pasangan bertemu di berbagai tempat di seluruh kawasan Jepang. Mereka berbagi waktu untuk mencoba mengenali kepribadian dan karakter pasangan selengkap yang mereka bisa. Dengan bantuan masker wajah, setidaknya mereka menjadi kurang fokus terhadap fisik mitra kencan mereka.

”Agar bisa sampai ke jenjang pernikahan, penting bagi kami untuk memberikan kesempatan kepada para klien mengenali kepribadian dan jati diri calon pasangan masing-masing sejak awal,” ujar Kepala Def Anniversary pada 2 November lalu, dikutip Japan Trend . ”Kami pun memilih masker wajah sebagai alatnya,” sambungnya.

Keputusan yang diambil Def Anniversary bukan tanpa alasan. Sebagian remaja Jepang memiliki adat yang berbeda dengan orang Eropa atau Amerika Serikat (AS). Mereka masih malu-malu untuk bertemu dengan lawan jenis, apalagi hingga bertemu muka. Penggunaan masker wajah diakui sejumlah remaja sangat membantu.

”Saya tidak pernah mendapatkan celaan mengenai penampilan saya. Tapi, saya pikir saya menjadi lebih terbuka dengan perempuan ketika mengenakan masker wajah,” kata Yasumasu Kishi, 28, kepada Kantor Berita Reuters . ”Saya juga senang karena bisa lebih fokus terhadap hati dibanding penampilan,” tambah Chiharu Tsukahara, 28.

MUH SHAMIL