Edisi 05-11-2016
IHSG Tidak Terpengaruh Aksi Demonstrasi


JAKARTA – Aksi demonstrasi massa yang berlangsung damai menjadi sentimen positif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin yang menguat 33,16 poin atau 0,62% ke level 5.362,66.

Analis dari Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, mengatakan bahwa investor melihat aksi demonstrasi telah berjalan damai sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di pasar modal. Meskipun terdapat dana asing yang keluar, hal tersebut bukan disebabkan oleh aksi demonstrasi massa di Jakarta. ”Pelaku pasar terus memantau perkembangan aksi demonstrasi di Jakarta.

Hingga penutupan perdagangan, demo tetap berlangsung damai yang menjadikannya sebagai sentimen positif,” ungkap Hans di Jakarta kemarin. IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin berbalik menguat setelah sempat berada di zona merah pada pembukaan di sesi I.

Menguatnya IHSG sebesar 33,16 poin atau 0,62% ke level 5.362,66, menjadikan BEI sebagai yang paling bersinar di saat bursa saham Asia berada di zona merah. Untuk catatan, pada perdagangan Jumat (4/11) pagi, IHSG dibuka melemah 23,29 poin atau 0,44% kelevel5.306,21. Danpada sesi siang melemah 21,88 poin atau 0,41% ke level 5.307,62, sedangkan pada Kamis (3/11) bursasahamTanahAirditutupterjun bebas 75,95 poin atau 1,41% ke level 5.329,50.

Sektor di dalam negeri semuanya berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 2,34% disusul sektor industri dasar yang menguat 1,47%. Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,05 triliun dengan 7,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp912,70 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,63 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,72 triliun.

Tercatat di akhir perdaganganhari ini189sahammenguat, 110 saham melemah, dan 105 saham stagnan. Menurut Hans, keluarnya dana asing dari pasar modal Indonesia lebih disebabkan oleh aksi ambil untung yang dilakukan secara wajar. Aksi ini dilakukan oleh investor asing lebih disebabkan oleh aksi jual dari sahamsaham komoditas pertambangan yang terus merangkak naik.

”Profit taking biasa dilakukan oleh investor asing, tapi hal ini bukan disebabkan oleh demo, meski demikian jika demo tidak kondusif ada kemungkinan dana asing akan semakin banyak keluar,” paparnya.

Untuk catatan, bursa saham Asia melemah dengan saham Jepang memimpin kerugian dan indeks Australia tergelincir ke posisi terendah dalam empat bulan karena investor berbondong- bondong ke aset safe haven di tengah kekhawatiran tentang pemilihan presiden AS.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 ditutup turun 229,32 poin atau 1,34% ke level 16.905,36. Sementara indeks Topix turun 21,4 poinatau1,56% kelevel1.347,04, dengan saham berada di bawah tekanan dari penguatan yen.

heru febrianto