Edisi 05-11-2016
Pembatasan Pemain Jadi Kendala


YANGON - Tim nasional (timnas) Indonesia hanya bisa bermain imbang 0-0 kontra Myanmar di Thuwunna Stadium, Yangon, tadi malam.

Lemahnya penyelesaian akhir lini depan dan kurangnya suplai dari lini kedua masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi Pelatih Alfred Riedl dalam laga uji tanding perdana di luar negeri tersebut. Pada laga yang ditayangkan RCTI, Riedl menurunkan starting eleven berbeda dibanding dua uji coba sebelumnya.

Sisi kiri pertahanan yang biasanya diplot Abdul Rachman, untuk kali ini dipercayakan kepada Abduh Lestaluhu. Untuk lini tengah dan depan, posisi Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim yang tidak dimainkan, diisi Bayu Gatra dan Lerby Eliandry. Tidak tampilnya Andik dan Irfan memang cukup memberikan pengaruh kepada daya serang tim Garuda .

Selain Riedl ingin mencoba komposisi baru, keputusan itu juga diputuskan lantaran kedua pemain tersebut memang baru bergabung dengan tim di Myanmar. Sebenarnya, tanpa Andik- Irfan, tim Garuda tetap banyak mendapatkan peluang, terutama di babak pertama laga. Boaz Solossa yang ditandemkan dengan Lerby, tercatat mendapat setidaknya tiga kesempatan.

Sementara Lerby hanya memiliki satu peluang emas yang tidak mampu dimaksimalkan dengan baik. Memasuki babak kedua sampai akhir laga, peluang berkurang. Padahal, Riedl sudah melakukan enam kali pergantian pemain. Bayu Pradana digantikan Dedi Kusnandar, dan Zulham Zamrun ditarik keluar dan masuk Rizky Pora untuk menambah daya gedor di sayap kiri.

Selain itu, Ferdinand Sinaga juga diberi kesempatan menggantikan Lerby, lalu Manahati Lestusen yang menggantikan Benny Wahyudi. Terakhir, Septian David Maulana masuk menggantikan Bayu Gatra. Namun, sepanjang babak kedua, hanya sepakan Ferdinand yang mampu diblok bek Myanmar menjadi satu-satunya peluang emas yang dimiliki tim Garuda .

”Inilah hasil terbaik untuk kedua tim. Sama-sama kuat bertahan, tapi kurang beruntung untuk mencetak gol. Kami sama-sama punya peluang bagus, akan tetapi belum berhasil mencetak gol,” ungkap Riedl selepas jalannya pertandingan, kepada KORAN SINDO. ”Komposisi timnas Indonesia saat ini adalah yang terbaik dengan adanya pembatasan dua pemain dari setiap klub di kompetisi (Indonesia Soccer Championship), membuat tim pelatih kesulitan meramunya (strategi terbaik),” sambung pelatih asal Austria tersebut.

Berikutnya, Indonesia dijadwalkan kembali menggelar uji coba kontra Vietnam di My Dinh National Stadium, Hanoi, Selasa (8/11). Sebelum bertolak ke Vietnam sekitar pukul 19.00 waktu Myanmar, Boaz dkk masih akan menggelar latihan di Yangon. Laga uji coba kontra Vietnam menjadi pertemuan kedua setelah kedua tim berbagi skor 2-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 9 Oktober lalu.

Selain dua uji coba tersebut, Indonesia mengawali laga pemanasan sebelum tampil di Piala AFF 2016, Myanmar- Filipina, 19 November-17 Desember mendatang, dengan meladeni Malaysia. Dalam laga tersebut, armada Riedl sukses pesta 3-0 di Stadion Manahan, Solo, 9 September. ”Saya pikir melihat permainan Myanmar, mereka lebih kuat dibanding Malaysia. Selanjutnya kami fokus melawan Vietnam, mereka tim bagus.

Komposisi pemain (starting eleven) akan ada perubahan di laga tersebut nantinya,” jelas Riedl. Pada putaran final Piala AFF tahun ini, Indonesia akan tergabung di Grup B bersama tuan rumah Filipina, dan dua tim peraih empat gelar juara yaitu Singapura dan juga Thailand. Di pertandingan pertama, tim Garuda langsung harus melewati laga berat meladeni Thailand, 19 November mendatang.

decky irawan jasri