Edisi 05-11-2016
Ribuan Santri Punguti Sampah Bekas Aksi Massa


JAKARTA – Ada pemandangan yang berbeda saat aksi demonstrasi 4 November kemarin, ketika para tokoh dan ulama berorasi, kemudian massa bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Gedung Bareskrim, Balai Kota DKI Jakarta, dan Istana Merdeka.

Ribuan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhid, Bandung, Jawa Barat, yang dipimpin KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), menyertainya sambil membawa kantong plastik besar berwarna hitam. Mereka adalah pasukan pembersih sampah dalam aksi demo Bela Islam II. Mereka membawa sapu dan sekop untuk membersihkan sampah seperti botol bekas air mineral, koran, dan kotoran lainnya.

Pasukan ini menjaga jarak dari massa inti sekitar 150 meter. Di tengah-tengah pasukan pembersih sampah, Aa Gym turun langsung untuk menyemangatipara santrinya. ”MajuDaarut Tauhid maju, jangan sisakan satu sampah. Mari kita ikut bergerak,” ujar Aa Gym di sekitar Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

Para santri juga selalu mengingatkan demonstran agar tidak merusak tanaman dan membuang sampah sembarangan. ”Kami berjumlah 1.200 orang. Kamisiapbekerjamemunguti sampah yang berserakan,” ujar koordinator lapangan aksi bersih-bersih, Zakaria. Menurut dia, para santri dinamakan tim BRTT (Bersih, Rapi, Tertib, dan Teratur).

Tim ini juga membawa spanduk dan poster dengan tulisan ”Islam itu Indah”, ”Islam itu Bersih”, ”Islam Santun dan Tegas”, ”Islam itu Damai”. ”Kami ingin menampilkan syiar yang berbeda. Kita berdemonstrasi dengan cara yang santun, tegas, damai, tertib, dan bersih,” kata Zakaria. Sayangnya tim ini tak bertugas hingga malam.

Mereka mengakhiri aksinya pada pukul 17.00 WIB, karena mereka harus kembali ke ponpes di Bandung. Petugas kebersihan juga datang dari Gerakan Membersihkan Masjid (Gemas). Dalam aksinya, pasukan Gemas menyapu bersih setiap sampah milik demonstran yang tercecer di jalan. ”Ada 200 pasukan hijau dari Gemas membersihkan sampah-sampah yang berserakan,” kata Romadi, penggagas Gemas di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Dia juga mengaku prihatin atas berkembangnya isu bahwa saat umat melakukanaksidamai akan merusak taman dan lingkungan. ”Ini juga jihad. Jihad peduli lingkungan dan kebersihan,” ucapnya. Pemprov DKI Jakarta pun peduli terhadap keindahan Kota Jakarta selama aksi demo berlangsung. Tenaga kebersihan dikerahkan memunguti sampah di rute yang dilalui pendemo.

Satpol PP DKI juga disiagakan menjaga taman. ”Ada 3.000 kantong. Jika ada demonstran yang membuang sampah, langsung diambil petugas kebersihan,” kata pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta.

yan yusuf/ Sindonews