Edisi 05-11-2016
Tim SAR Evakuasi 33 Korban Tewas


BATAM- Tim SAR gabungan kembali menemukan 33 jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) pada pencarian hari ketiga kemarin.

Itu artinya sudah ada 54 korban tewas akibat tenggelamnya kapal yang mengangkut para TKI ilegal dari Johor, Malaysia di perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (2/11) dini hari. Jenazah yang ditemukan pada Jumat pagi hingga siang terdiri atas 29 laki-laki, 3 perempuan dewasa, dan 1 anak (perempuan). ”Dalam pencarian hingga pukul 11.00 WIB Jumat (4/11) kemarin, kami sudah menemukan 33 jenazah.

Jadi, total sudah 54 jenazah ditemukan sejak Rabu (2/11),” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian di Batam kemarin. Sejauh ini, upaya maksimal memang telah dilakukan tim SAR gabungan untuk mencari korban tenggelamnya kapal yang mengangkut para TKI pada Rabu (2/11).

Dari 98 orang TKI plus kru kapal, 18 ditemukan tewas saat kejadian (7 lakilaki, 10 perempuan, dan 1 bayi berusia 7 bulan), 41 orang selamat, dan 42 lainnya hilang. Sementara pada pencarian hari kedua pada Kamis (3/11), tim SAR hanya menemukan 3 jenazah laki-laki. Baru pada pencarian kemarin, tim SAR menemukan 33 korban tewas lagi. Alhasil, masih ada 6 korban lain yang masih belum ditemukan.

”Dari 54 jenazah ditemukan, sebanyak 12 orang sudah teridentifikasi. Lainnya masih berada di RS Bhayangkara Polda Kepri menunggu proses identifikasi,” kata Kapolda. Untuk korban hidup, kata dia, masih 41 orang yang terdiri atas 39 orang TKI dan 2 anak buah kapal. Untuk anak buah kapal satu ditahan, satu lagi melarikan diri.

”Total sudah 95 orang ditemukan, sehingga jika berdasarkan keterangan korban selamat tinggal enam orang lagi yang belum berhasil ditemukan tim SAR,” kata Sam. Kapolda mengatakan, tim SAR masih terus berupaya mencari enam korban lain dengan 14 kapal, dan dua helikopter dari Polda Kepri dan Basarnas. ”Mudah-mudahan segera bisa ditemukan semua,” kata dia.

Saat ini sejumlah orang yang mencari anggota keluarganya yang hilang sudah berada di RS Bhayangkara Polda Kepri. Sementara jenazah korban meninggal juga sudah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Nongsa, Kota Batam untuk proses identifikasi. Identifikasi tersebut dibantu empat dokter Mabes Polri. ”Semua dibawa ke RS Bhayangkara.

Di sana sudah disediakan kontainer tambahan untuk menampung jenazah yang baru ditemukan,” kata Plt Kabid Humas Polda Kepri AKBP S Erlangga. Di sisi lain, Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berharap korban selamat kecelakaan kapal pengangkut TKI di perairan Batam segera bisa dipulangkan.

”Kami berharap 24 orang korban selamat dari kapal tenggelam ini segera bisa dipulangkan,” kata Sekretaris Dinas Sosial Provinsi NTB Ismail Marzuki yang datang ke RS Bhayangkara Polda Kepri, kemarin. Dia mengatakan, saat ini warga NTB yang ditemukan selamat dalam peristiwa tersebut sebanyak 24 orang, sementara korban meninggal 5 orang.

16 Ribu TKI Ilegal Dideportasi

Sementara itu, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat sejak awal 2016 sekitar 16.000 tenaga kerja Indonesia ilegal dideportasiotoritasMalaysia menujuTanjungpinang, Kepulauan Riau. ”Sejak awal tahun sekitar 16.000 orang TKI sudah dideportasi menuju Tanjungpinang.

Mereka rata-rata tertangkap oleh pihak keamanan Malaysia,” kata Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono di RS Bhayangkara Polda Kepri, Batam, kemarin. Dia menyebutkan, setelah ditangkap dan sebelum dipulangkan, rata-rata TKI tersebut sudah menjalani hukuman penjara bervariasi 3-6 bulan di Malaysia. ”Setiap tahun sekitar 18.000-20.000 TKI nonprosedural dideportasi melalui Tanjungpinang. Selanjutnya untuk pemulangan ke daerah asal ditanggani Kemensos,” kata dia.

m ridwan/ant