Edisi 05-11-2016
Bersaing di Make-up Dan Kostum


PERAYAAN Halloween identik dengan budaya Barat. Namun, belakangan tradisi tersebut mulai merambat ke Indonesia. Meski tak semeriah di negeri asalnya, perayaan Halloween di Indonesia cukup menarik perhatian.

Seperti yang dilakukan komunitas-komunitas pencinta horor yang ada di Jakarta. Jeritan Anda Kepuasan Kami (JAKK), misalnya, tak ketinggalan meramaikan pesta Halloween. “Halloween menjadi momen kami menunjukkan hal-hal baru seperti make-up,kostum atau gimmick,” tutur Aruga Perbawa, pendiri JAKK. Kreativitas sangat diandalkan di komunitas ini. Karenanya, agar selalu fresh dan berbeda, JAKK memiliki standar khusus untuk jenis make-upyang dipakai.

“Skill makeup dasar harus dimiliki anggota tim make-up sehingga bisa mempercepat proses ketika sedang mengikuti event,” tambahnya. Komunitas yang terbentuk secara tidak sengaja ini sering mengaplikasikan jenis make-upteatrikal, face paintingatau bahkan special effect. Untuk efeknya sendiri pun dibuat seaman mungkin.

“Darah palsu kami buat sendiri dari bahan makanan agar aman bagi penggunanya,” kata Aruga. Sama-sama tertarik dengan dunia horor atau mistis, komunitas lain yang sering diundang di acara-acara Halloween adalah Kompi Zombie. Melihat namanya saja sudah jelas bahwa komunitas ini terbentuk dari mereka pencinta zombie. “Bulan Oktober kami selalu kebanjiran undangan untuk mengisi event Halloween,” tutur Eric Kairupan, pendiri Kompie Zombie.

Acara yang rutin diisi komunitas ini adalah kampanye atau promosi salah satu film mayat hidup terlaris, The Walking Dead. “Secara rutin tiap tahun dikerjakan adalah buat kampanye serial zombie tersukses, yaitu The Walking Dead bersama FOX Networks Group sejak 2012 hingga kini,” ungkap Eric. Dalam urusan make-up, komunitas ini tak berbeda jauh dengan JAKK yang memiliki tim khusus dalam memoles wajah.

“Kami cukup concernsehingga sering kali mengajak anggota komunitas mengeksplorasi keahliannya untuk makeupkhusus special effect,” kata Eric. Nah, karakter yang diciptakan dari riasan wajah ini pun bermacam-macam. Mulai hantu lokal hingga luar negeri, tinggal disesuaikan tema. “Biasanya juga ada permintaan khusus dari klien,” papar Aruga mengenai make-upkarakter hantu yang biasa diperagakan komunitasnya.

“Kuntilanak jadi karakter favorit untuk hantu lokal. Sedangkan dari luar negeri lebih bervariasi, seperti zombie, soul walker, the butcher, hingga executor. Sementara dari Jepang, ada nopperabo, yuki, dan onna. Karakter ini terinspirasi film atau game bertema horor,” tambah Aruga. Berbeda dengan JAKK yang memiliki banyak karakter seram, Kompie Zombie khusus mendalami karakter zombie.

“Enaknya, tidak ada batasan atau karakter tertentu sehingga tinggal mengikuti kreasi dari sang make-up artist dalam mengaplikasikan bentuk zombie yang diinginkan,” sebut Eric. Selain makeup, kostum juga menjadi penentu berhasilnya suatu karakter tercipta.

Pede dengan Karakter Lucu

Meski Halloween identik dengan suasana seram atau horor, tak menjadikan karakter lucu sepi order. Seperti yang diakui Devi Yuliana Sidarto, owner website kostumku.co.id yang kebanjiran order kala perayaan Halloween. ”Kami menyediakan kostum dengan pilihan seram, lucu atau prank (mengerjai orang). Biasanya kalau cewek lebih suka dengan karakter Sexy Witch, Sexy Pirate Girl, Red Riddinghood, Bat Girl, dan Wonder Woman.

Sementara, cowok ada Dracula, Ghosbuster, Harry Potter, dan superhero lainnya,” sebutnya. Perayaan Halloween di Indonesia seakan sudah menjadi budaya pop, khususnya masyarakat urban. Hal ini pun diamini Aruga yang mengatakan animo masyarakat sangat tinggi dalam merayakan hari horor tahun ini.

“Halloween sudah menjadi pop culture di Jakarta khususnya. Ini terlihat mulai 2014, ketika kami mengisi sebuah event Jakarta Hallowen Festival, jumlah pengunjungnya mencapai puluhan ribu dalam waktu semalam,” tuturnya.

ANDI MUAMMAR QKHADAFI

GEN SINDO Institut Pertanian Bogor