Edisi 05-11-2016
Sengketa Lahan Masih Ganjal JLLT


SIDOARJO – Akses Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT) Surabaya-Sidoarjo masih terganjal sengketa tanah. Padahal, akses jalan yang melintasi Desa Gununganyar Tambak, Surabaya ke Desa Tambakoso, Waru, Sidoarjo, telah dibangun.

Akses jalan tersebut akan terkoneksi dengan akses jalan ke rencana Terminal 3, Bandara Internasional Juanda dan Pondok Candra, Waru. Warga Tambakoso dan Gununganyar Tambak meminta agar jalan itu dibuka. Tokoh masyarakat Tambakoso H Aris Sugianto mengatakan, akses JLLT sebenarnya sudah dibangun pengembang apartemen atas permintaan warga.

Namun ketika jalan sepanjang dua kilometer itu dibangun, ternyata diketahui masih ada sengketa tanah di wilayah Gununganyar Tambak. H Antok, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa warga meminta agar akses jalan yang masih disengketakan itu dibuka, sembari menunggu proses hukum yang sedang berjalan. “Sekarang ada akses jalan JLLT panjangnya sekitar 100 meter, tanahnya masih sengketa.

Warga minta jalan tetap dibuka dan proses hukum tetap jalan,” harap Aris Sugianto. H Antok menambahkan, akses JLLT mulai dari Pondok Candra- Tambakoso-Gununganyar Tambak sangat diperlukan. Selain memudahkan aktivitas warga, juga berguna bagi akses warga Sidoarjo ke Surabaya dan sebaliknya. JLLT memecah kemacetan lalu lintas Sidoarjo- Surabaya.

“Pembangunan akses JLLT akan meningkatkan perekonomian warga sekitar,” tambah H Antok. Akses JLLT di Tambakoso- Gununganyar dibangun di atas lahan milik beberapa warga, termasuk milik Aris Sugianto dan pengembang apartemen. Akses jalan tersebut merupakan usulan warga Gununganyar Tambak.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, akan membangun JLLT Sidoarjo terkoneksi dengan MERR II C Surabaya dan JLLT Surabaya. Proyek JLLT Sidoarjo diharapkan bukan hanya akan mengurai kemacetan di wilayah Sidoarjo, juga menggenjot investasi di wilayah Sidoarjo dan Pasuruan.

“Kita berusaha agar industri dan investasi lainnya di Sidoarjo tidak hanya di satu titik. Untuk itu, kita siapkan infrastrukturnya, terutama jalan,” ujar Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Saiful Ilah mengakui, JLLTS merupakan program jangka panjang pembangunan di Sidoarjo. Namun, jika bisa direalisasikan dalam waktu dekat, tentunya akan lebih baik. Jika JLLTS bisa segera direalisasikan, lanjut Saiful Ilah, nantinya rencana pembangunan pelabuhan di wilayah Sidoarjo Timur juga terwujud.

“Rencananya di wilayah Tlocor, Jabon, akan dibangun pelabuhan internasional. Itu proyek jangka panjang,” tandas Saiful Ilah. Untuk mendukung JLLTS, Saiful Ilah berharap peran serta dari pengusaha. Dalam hal ini pengusaha yang lokasi proyeknya berada di Tambakoso, yakni dengan membangunkan jalan, kemudian dihibahkan ke Pemkab Sidoarjo.

“Saya yakin kalau JLLT Sidoarjo-Surabaya sudah selesai, sudah bisa mengurai kemacetan,” pungkasnya. Sekadar diketahui, JLLTS nantinya akan terkoneksi dengan tol Waru-Juanda dan MERR Surabaya. Bahkan, termasuk Runway Bandara Internasional Juanda yang juga akan dibangun di sisi timur bandara yang saat ini sudah ada.

Konsep itu sudah dimasukkan dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Sidoarjo, Perda RTRW akan berlaku sampai 2029. Dalam RTRW tercantum, jika JLLTS tersebut aksesnya mulai Kecamatan Jabon yang berbatasan dengan Pasuruan melewati pesisir sampai Kecamatan Sedati yang berbatasan langsung dengan Surabaya.

Diperkirakan panjang jalan tersebut 25 kilometer, mulai dari perbatasan Waru dengan Surabaya sampai Kecamatan Jabon yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan.

abdul rouf

Berita Lainnya...