Edisi 05-11-2016
Di Sumbagsel, 23 SPBU Tak Jual Premium


PALEMBANG- Penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang masuk dalam jajaran Pertamax Series di wilayah kerja PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II mengalami kenaikan signifikan belakangan ini.

Kondisi itu ternyata turut ber - imbas pada beberapa SPBU yang tidak lagi melayani pen - jual an BBM subsidi jenis pre - mium. Terhitung Oktober 2016, beberapa SPBU di wilayah kerja PT Pertamina (Persero) Mar ke - ting Operation Region (MOR) II terpantau sudah tidak lagi melayani penjualan premium.

Hingga memasuki November 2016, tercatat dari 447 unit SPBU yang tersebar di wilayah Sum bagsel, terdapat 23 SPBU yang tak lagi menjual BBM sub - si di tersebut. Adapun SPBU yang hanya menjual BBM Per - ta max Series seperti pertalite, per tamax dan pertamax turbo itu berada di seluruh wilayah Sum bagsel meliputi, Sumsel, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung dan Lampung.

GM PT Pert amina (Persero) MOR II Herman M Zaini me - ngatakan, sebenar nya tidak ada pengaruh besar dari SPBU yang tidak lagi men jual pre - mium. Sebab, jum lah nya hanya sekitar 5% dari total SPBU yang beroperasi di Sum bagsel. “Saya tegaskan, ini bukan langkah Pertamina ingin mengha puskan premium. Itu hanya isu pihak tidak bertanggung jawab.

Kenapa beberapa SPBU itu fokus pada penjualan BBM non-subsidi, karena memang saat ini pertalite dan pertamax peminatnya mengalami pe - ning katan,” ucapnyausaipenye - rahan bantuan dari Persatuan Wanita Patra MOR II ke Panti Asuhan Al Umroh di Jalan Rimba Kemuning, Palem bang, kemarin.

Menurut Herman, kenaikan konsumsi pertalite dan per ta - max disebabkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang semakin membaik mengenai kualitas BBM untuk ken da raan - nya. Bahkan sejak diluncurkan Oktober 2015, konsumsi pertalite terus meningkat. Secara rata-rata konsumsi per talite di Sumbagsel naik 88% atau 2.570 kiloliter pada Ok-to - ber 2016 dari konsumsi Sep - tem ber 2016 yang hanya 1.369 kiloliter.

Rinciannya konsumsi pertalite pada Oktober 2016 di - banding September 2016 untuk di Sumsel mencapai 104%, Jam - bi 23%, Bangka Belitung 178%, Lampung 119%, dan Bengkulu 77%. Sedangkan untuk per ta - max pada Oktober 2016 di ban - ding September 2016 untuk di Sumsel naik 19%, Jambi 5%, Bangka Belitung 17%, Lam - pung 8%, dan Bengkulu 28%.

Rata-rata kenaikan konsumsi per tamax di Sumbagsel mencapai 14% yaitu dari 407 kiloliter pada September menjadi 463 kiloliter pada Oktober 2016. Menurut Herman, tingg i - nya konsumsi pertalite itu di - ikuti menurunnya konsumsi premium. Secara rata-rata di Sumbagsel, konsumsi pre mi - um turun 8% yaitu 4.145 KL pada Oktober dari sebe lumnya 5.501 KL di Sep tember 2016.

“Meski konsumsi premium turun, bukan berarti pasokan juga dikurangi. Pertamina tetap menyesuaikan permintaan pa - sar. Pastinya stok premium se la - lu tersedia dan tetap sama de - ngan sebelumnya,” tuturnya. Terpisah, Ketua DPD II His - wana Migas Sumatra Sela tan, Bayumi Usman menga takan, hampir semua SPBU di Sum sel masih menjual BBM jenis pre - mium.

Hanya saja me mang ada beberapa SPBU yang sudah lagi tak menawarkan premium. “Berbicara soal pertalite mau pun pertamax, kita akui tidak hanya di Palembang, na - mun hampir di semua daerah sudah banyak dikonsumsi. Jadi memang sudah pesat sekali peminatnya.

RON pertalite dan pertamax itu kan lebih tinggi, dan inilah yang membuat ki ner - ja mesin kendaraan semakin baik dan membuat konsumen beralih menggunakan pertalite dan pertamax,” ucapnya. Menurut Bayumi, adanya pe - ningkatan konsumsi dua jenis BBM itu terlihat signifikan dua bulan terakhir.

Bayumi me nga ta - kan, Perta mina memang me - ngan jurkan agar semua SPBU di Sumsel menjual pertalite dan per - tamax, namun bukan ber arti berhentimenjualpre mium. “Premium tetap dijual dan disediakan, namun memang an - jurannya teman-teman (ang gota Hiswana Migas) meny ediakan pertalite dan pertamax. Ini ten tu - nya disesuaikan dengan per mintaankonsumen,” tan dasnya.

PWP Salurkan Bantuan

Sementara itu, pada ke sem - patan yang sama, Persatuan Wanita Patra (PWP) MOR II menyerahkan bantuan kepada Panti Asuhan Al Umroh yang ber alamat di Jalan Rimba Ke - mu ning, Palembang, kemarin. Ketua PWP MOR II, Lia Her - man MZ menyatakan, bantuan yang diberikan ke Panti Asuhan Al Umroh berupa per len g ka - pan rumah tangga dan ke bu tu - han anak-anak panti seperti ka - s ur, bantal, kipas angin, karpet, lemari pakaian, lemari es, bahan makanan dan lain seb a - gainya.

Menurut Lia, sebelum memberi kan bantuan, mereka me la ku kan survei terlebih dahulu baik seputar panti asu - ha n yang akan dibantu mau - pun untuk me-nge tahui apa saja yang dibu-tuh kan oleh pan ti asuhan.“Bantuan yang diberikan itu tentunya sesuai dengan kebu-tuhan anak-anak di panti asu han,” katanya. Disampaikan Lia, bantuan ini berasal dari dana PWP dan PKBL Pertamina MOR II.

Namun untuk ke depannya, bantuan akan ditangani langsung PWP. “Sebelumnya kita juga menya lurkan bantuan ke posyan du di 11 Ulu. Bukan hanya me nyerahkan bantuan, tapi baik posyandu maupun panti asu han ini akan menjadi bi - naan PWP MOR II. Jika me - mung kin kan, tahun depan jum lah binaan kita akan ber - tam bah lagi,” pungkasnya.

iwan setiawan

Berita Lainnya...