Edisi 05-11-2016
Masih Ada Pemotongan Ilegal


PALEMBANG-Dinas Pertani - an, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang men - du ga, masih ada aksi pemo to - ngan hewan secara ilegal di ling - kungan masyarakat.

Padahal, setiap pengusaha pemotongan hewan diwajibkan untuk memotong setiap hewan berkaki empat di rumah potong hewan (RPH) resmi milik peme - rintah. Untuk itu, pembangun an RPH yang digadang-gadang pa - ling modern di Sumsel terus di ke - but. Para pengusaha po tong he - wan yang tercatat di DP2K di - arahkanuntukmemo tongdiRPH.

“Kami akui masih ada pemo - tongansecara liar, terutamaje lang hari raya,” ungkap Kepala DP2K Palembang Harrey Hadi melalui Kabid Peternakan No vayanti, ditemui di kantornya, kemarin. Menurutnya, pengawasan terus dilakukan pada pemoto - ngan di luar RPH. Agar tertib itu lah, maka RPH dengan dua lantai tersebut dibangun.

Di - akui nya, pembangunan RPH mo dern ini diusulkan menggu - nakan dana APBN 2016 sebesar Rp13,3 miliar. Besaran dana tersebut cu - kup untuk pembangunan fisik Rp8 miliar dan alat Rp3 miliar. Hanya saja, usulan Rp2 miliar sisanya tidak dikabulkan. “Tetap kita usulkan lagi di anggaran 2017, karena masih dibutuhkan dana untuk kan - dang sapi dan rumah kompos, serta lima unit mobil boks da - ging segar,” kata Nova.

Mengingat pula, lanjut dia, di RPH tidak sekadar ruang ja - gal, tapi juga harus ada kan - dang, rumah genset, ruang pen - dingin (frozen) untuk daging, dan lainnya. “Untuk itu kami terus mela - ku kan asistensi dengan Dirjen Pertanian, agar dana itu bisa turun lagi,” harapnya. Sementara itu, Kepala UPTD RPHGandus, Suandimengata kan, selama pembangunan ber lang - sung, pemotongan sapi ma sih menggunakan bangunan lama.

Begitu juga untuk tujuh pe - ng usaha pemotongan swasta. Selain karena keterpaksaan pi - hak swasta tersebut karena me - reka tidak mengharapkan ke - hilangan pelanggannya, swasta dilarang membuka tempat pe - motongan hewan (TPH) sendiri di luar RPH. “Instruksi pusat menyebutkan dilarang, bisa kena sanksi mereka nanti,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agus - tinda menilai, pembangunan RPH saat ini sudah hampir ram - pung. Ditargetkan akhir No - vem ber sudah selesai. Dengan begitu, daging yang beredar di pasaran bisa terjamin untuk masyarakat. “Sudah 77% rampung. Sa - ngat modern dengan dua lantai. Lantai dua akan difungsikan untuk showroom pengunjung,” ujarnya.

yulia savitri

Berita Lainnya...