Edisi 05-11-2016
3 Tersangka Pungli Dibawa ke Jakarta


MEDAN – Tiga tersangka kasus pungutan liar(pungli) di Pelabuhan Belawan yang diamankan tim Satuan tugas khusus (Satgassus) Mabes Polri dan Polda Sumut saat operasi tangkap tangan (OTT) diboyong ke Markas Besar (Mabes) Polri.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjend Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, ketiganya dibawa ke Bareskrim Polri untuk dilakukan pengembangan penyesuaian penyelidikan dengan kasus yang ada di Tanjung Perak, Surabaya. Setelah, proses pemeriksaan selesai dilakukan oleh Bareskrim ketiga tersangka itu kemungkinan akan dibawa kembali ke Medan.

Ketiganya yakni Sekretaris Koperesi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya Sabam Parulian Manalu dan bendaharanya Frans Holmes Sitanggang, serta pegawai Otoritas Pelabuhan Belawan Sabiran Ansar. Sementara tersangka lainnya yakni Kepala Tata Usaha Koperasi TKBM Upaya Karya Zulkarnain Pasaribu masih ditangani di Polda Sumut. Zulkarnain diketahui juga tersandung kasus narkoba.

“Iya, ketiga tersangka itu tadi sudah dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ini dilakukan untuk mengetahui adanya kesesuaian dengan kasus yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, bila pemeriksaan di Bareskrim selesai maka ketiganya nanti akan kembali diboyong ke Medan,” kata dia Sedangkan untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Polda Sumut sudah menerima hasil audit Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Namun, karena itu ranah teknis dan materi penyelidikan maka hasilnya belum dipublikasi. “Sesuai dengan pasa TPPU hasil audit dari PPATK sudah kita terima dan sudah ditangan penyidik,”ujarnya. Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Rina Sari Ginting menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih memasang garis polisi di kantor TKBM Upaya Karya dan dijaga ketat personil polisi.

Pihaknya masih membutuhkan sejumlah dokumen yang masih belum disita dari kantor tersebut. Dia juga menjelaskan, berdasarkan akta pendirian, Koperasi TKBM Upaya Karya Belawan berdiri pada 2008. Soal dugaan korupsi pembangunan rusunawa untuk buruh TKBM yang laporanny ke Polda Sumut pada tahun lalu kini sedang dalam penyelidikan.

frans marbun

Berita Lainnya...