Edisi 05-11-2016
40 Warga Diamankan Intel Polres Tebingtinggi


TEBING TINGGI - Sebanyak 40 wanita dan pria dari PT Amoeba Internasional di Base Camp kawasan Kelurahan Tambangan Jalan Soekarno - Hatta Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, diamankan Satuan Intel Kam Polres Tebingtinggi bersama Satuan Shabara, Jumat (4/11).

Puluhan warga itu diduga tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal itu dibawa ke Mapolres Tebingtinggi. Dari ke 40 yang diamankan, mayoritas merupakan warga Pahae Jahe, Tapanuli Utara (Taput) yang kebanyakan wanita khusus mencari kerja di Tebingtinggi. Kebanyakan pencari kerja tersebut terbebani uang masuk Rp8 juta- 10 juta.

“Kami menduga adanya TKI Ilegal dari hasil laporan orang tua asal Pahae Taput tersebut, namun ternyata karyawan PT Amoeba Internasional yang kerjanya mirip pekerja multi level marketing,” kata Kasat Intel Kam Polres Tebingtinggi AKP Antoni Rajagukguk. Menurut pengakuan seorang yang diamankan, David Simamora, 21, warga Pahae Jahe, Taput mengatakan, dirinya bekerja sebagai pemasaran barang alat terapi dengan penggajian berdasarkan sistem presentase.

Sementara Logina Juntak, 25, warga Pahae Jahe, Taput mengaku dirinya masuk kerja ke PT Amoeba Internasional harus menyiapkan uang senilai Rp8.350.000. Begitu juga temannya Setia Silitonga, 19, mengaku sudah 6 bulan menjadi karyawan PT Amoeba, sebelum masuk dirinya juga menyetor dana Rp8,35 juta.

Sebelumnya, dua orang tua pekerja MLM asal Pahae Jahe, Taput B Pakpahan, T Pasaribu mendatangi kantor Polres Tebingtinggi membuat pengaduan bahwa anaknya yang bekerja di PT Amoeba bekerja tanpa digaji. Bahkan kerap kali minta uang hingga sawah miliknya di kampung pun terjual untuk membiayai puterinya yang masuk kerja sebesar Rp10 juta.

Kini Polres Tebingtinggi masih melakukan penyelidikan terhadap perusahaan PT Amoeba yang merekrut tenaga kerja dengan cara membayar uang masuk kerja.

perayudi syahputra

Berita Lainnya...