Edisi 05-11-2016
Aksi Damai Umat di Sumut Tanpa Kericuhan


MEDAN – Puluhan ribu umat Islam di berbagai daerah di Sumatera Utara berunjuk rasa menuntut Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri segera menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan Surat Al Maidah Ayat 51.

Dalam aksi diberbagai daerah itu berlangsung damai dan lancar. Di Kota Medan sekitar 15.000 umat Islam dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjend Pol Rycko Amelza Dahniel agar melaporkan langsung desakan dari Sumut ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar kasus Ahok segera dituntaskan.

“Kalau Ahok tidak segera ditangkap kami minta semua pimpinan di negara ini mundur. Termasuk Kapolri dan Presiden,” tegas perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Eka Putra dalam orasinya di depanMarkasPoldaSumutdiJalan Sisingamangaraja XII, Medan. Orator lainnya, Nasrun Daulay mengatakan, pertemuan umat Islam dalam aksi demo yang digelar itu merupakan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) sebagai bentuk protes umat Islam yang sudah terzalimi.

“Ini momentum kebangkitan Islam, kita tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini,” katanya. Nasrun juga mengingatkan jika Kapolri serta pejabat negara lainnya tidak mampu memenjarakan Ahok maka semua pejabat tadi mundur atau dipecat. “Umat Islam sudah selalu dizalimi seperti perubuhan masjid di Medan dan pembakaran masjid di Tolikara, Papua,” sebutnya.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko yang menerima massa aksi meminta agar demonstran bersabar untuk menunggu proses hukum yang sedang ditangani Bareskrim Mabes Polri. Dia juga berharap umat memberi kepercayaan dan dukungan moral pada aparat penegak hukum supaya menangani kasus ini dengan baik dan profesional.” Proses hukumnya sedang ditangani Bareskrim Mabes Polri. Jadi kita tunggu saja bagaimana hasil penyidikannya,” kata Kapolda.

Rycko mengapresiasi demonstasi yang dilakukan gabungan ormas Islam di Sumut ini berlangsung dengan aman dan sesuai yang diharapkan. Jenderal binatang dua ini juga mengingatkan pada peserta aksi agar tidak terprovokasi dan terpecah belah. Jangan sampai melempar, merusak dan membakar. “Hari ini saya melihat pelangi, mozaik Islam yang menyatu di Mapoldasu.

Akibat isu yang berkembang di Jakarta ternyata umat Islam yang ada di Sumut bersatu,”sebutnya. Sebelumnya Ketua Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI), Zulkarnain di hadapan ribuan umat Islam yang memadati Jalan Diponegoro meminta umat agar menguatkan niat untuk aksi damai ini. “Kita kuatkan luapkan kemarahan dalam bentuk aksi damai,” ujarnya, kemarin.

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut Basri Hasibuan dan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Eka Putra juga memberikan orasinya. Bahkan, disela orasinya, Eka Putra sempat mengusir sebuah mobil milik salah satu stasiun televisi swasta nasional dengan alasan karena pemberitaannya dinilai tidak berpihak ke umat Islam.

Mantan anggota DPR Ibrahim Sakty Batubara menyebut sebenarnya aksi besar-besaran ini tidak akan terjadi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian tidak diam dalam permasalahan ini. Sebelumnya, dalam khotbah Salat Jumat di Masjid Agung yang disampaikan Prof Haidar Putra Daulay juga menyoroti kasus Ahok.

Dia mengingatkan, lahirnya bangsa Indonesia antara lain atas perjuangan umat Islam. Bahkan 90% pahlawan kemerdekaan Indonesia berasal dari pejuang-pejuang Islam. Bahkan pada lahirnya Pancasila, umat Islam rela kata Allah SWT diganti dengan Tuhan Yang Maha Esa agar persatuan dan kesatuan di negeri ini tetap terjaga.

Untuk itu, Islam sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia sudah menunjukkan sebagai agama rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam). “Hanya kearifan yang mampu menyelesaikan masalah ini dan semoga pemimpin -pemimpin kita bisa bersikap arif untuk kebutuhan negara Republik Indonesia,” ujar Haidar Putra Daulay.

Umat Islam di Sidimpuan dan Tebingtinggi Tumpah Ruah

Sama halnya dengan di Kota Medan, di Kota Padangsidimpuan umat Islam tumpah ruah memadati ruas Jalan Merdeka, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, tepatnya di Alaman Bolak Ribuan umat bersama para ulama se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sudah berkumpul selepas Salat Jumat.

Jumlah massa semakin membeludak ketika berbagai elemen mahasiswa seperti, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pimpinan Cabang (PC) PMII Padangsidimpuan- Tapsel berdatangan. Ada juga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyyah Tapanuli Selatan, BEM Universitas Graha Nusantara (UGN), BEM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kota Padangsidimpuan, Dema IAIN Kota Padangsidimpuan dan Satma PP Kota Padangsidimpuan.

Aksi damai ini memaksa pihak kepolisian Polres Kota Padangsidimpuan harus menutup sejumlah ruas jalan terutama di bundaran Alaman Bolak Kota Padangsidimpuan menuju Markas Polres Padangsidimpuan, kantor wali kota dan gedung DPRD Padangsidimpuan. Setelah berkumpul, umat lalu bergerak menuju Markas Polres Kota Padangsidimpuan untuk mempertanyakan tindaklanjut dari laporan pengaduan masyarakat terhadap penista Alquran, Ahok.

Di sana, massa tersebut langsung disambut oleh Kapolres Kota Padangsidimpuan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Helmy Lubis. Setelah berdialog, massa lalu menuju Kantor Wali Kota Padangsidimpuan. Di tempat itu, massa langsung diterima oleh Asisten II Pemko Padangsidimpuan Ali Pada Harahap.

Dalam pernyataan bersama para ulama Kota Padangsidimpuan mendukung sepenuhnya aksi serentak yang dilakukan umat Islam di Indonesia, khususnya di Kota Padangsidimpuan untuk mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap Ahok.”Kami mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, namun kami mendesak, agar dia secepatnya ditangkap,”ujar Muhammad Asroi, salah seorang ulama yang ikut orasi.

Selain itu, mereka meminta kepada seluruh etnis di Kota Padangsidimpuan agar tidak perlu resah karena umat Muslim di Kota Padangsidimpuan tidak akan melakukan tindakan- tindakan anarkis. Ketua HMI Cabang Kota Padangsidimpuan Irham Bakti Pasaribu mengatakan, aksi yang dilakukan mereka untuk mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap Ahok.

Menurutnya, kader-kader HMI di seluruh Indonesia, terutama di Kota Padangsidimpuan mengutuk pernyataan Ahok tersebut. Dia menilai, pernyataan tersebut sudah menodai kerukunan ummat beragama di negara ini. Sementara di Kota Tebingtinggi, umat yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Kota Tebingtinggi menggelar aksi damai.

Ribuan massa itu merupakan gabungan ormas Islam terdiri dari Majelis Ulama Indonesia, Forum Ukhuwah Islam, Front Pembela Islam, Muhammadiyah, Al Washliyah, Al Ittihadiyah, DMI, DDII, BKPRMI, JPRMI, Kahmi, ICMI, IKADI, MT Al Ihsan Club, FSLDK, HTI, PM, IPA Himmah, BKM, Majelis Taklim dan perwiritan seluruh Kota Tebingtinggi.

Ribuan massa Islam tersebut memulai titik kumpul di Masjid Raya Nur Addin Jalan Suprapto dan bergerak ke bundaran BNI di Jalan Sutomo dan kemudian menggelar aksi orasi di depan Markas Polres Tebingtinggi di Jalan Pahlawan. Massa membawa berbagai poster bergambar Ahok agar polisi secepatnya menangkap pelaku penista agama Islam itu.

Koordinator aksi, Syahroni didampingi Sekjen FPI, Muslim Istiqomah membacakan pernyataan sikap dihadapan Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati agar disampaikan kepada Kapolri terkait tuntutan umat muslim di Kota Tebingtinggi.

Kapolres AKBP Ciceu Cahyati berjanji akan menyampaikan aspirasi permintaan umat Islam kepada Kapolri. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Umat Islam yang berunjuk rasa dengan tertib tanpa ada anarkis.

frans marbun/ siti amelia/ zia ulhaq nasution/ perayudi syahputera/ syukri amal

Berita Lainnya...