Edisi 05-11-2016
Warga Tolak Proyek Siluman PDAM


MALANG– Pelaksanaan proyek pembangunan dua tandon besar dengan kapasitas 5.000 meter kubik atau setara dengan 5 juta liter air mendapat penolakan masyarakat.

Padahal, proyek senilai Rp6 miliar tersebut bulan depan akan selesai dikerjakan. Saat hearing dengan anggota Komisi D DPRD, warga Dusun Dawuhan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, menegaskan tidak akan kompromi dengan kehadiran proyek tersebut. Perwakilan warga, Handoko menilai, proyek milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang ini fiktif.

Dia beralasan, pelaksanaannya tidak pernah disosialisasikan kepada warga setempat. Selainitu, prosedurlainseperti perizinan pun diabaikan. “Proyek tersebut lokasinya dekat permukiman warga, tapi tanpa sosialisasi tibatiba muncul. Tidak ada plang nama proyek, untuk apa proyek ini dana dari mana, siapa otoritas pemilik proyek,” kata Handoko kemarin.

Handoko mengaku, lokasi proyek titik ordinatnya hanya lima meter dari rumah warga. Warga khawatir kehadiran tandon berukuran besar dengan tinggi sembilan meter tersebut sewaktu bisa mengancam keselamatan warga. Karena itu, warga minta segera dipindahkan ke lokasi yang jauh atau dibangun di Kota Malang. Proyek yang dipersoalkan warga menelan biaya sebesar Rp6 miliar ini sebagian dana bersumber dari APBD sisanya berasal dari APBD.

Lokasinya dibangun di wilayah Kabupaten Malang. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang Muslimin meminta PDAM menghentikan sementara proyek tersebut sambil menunggu penyelesaian secara menyeluruh dengan pihak terkait yang melibatkan warga setempat. “Ya kami minta dihentikan dulu. Kami juga akan melakukan sidak ke lapangan untuk melihat langsung di lokasi proyek,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD lainnya Tuti Yuniarti merasa kecewa dengan sikap perusahaan yang mengerjakan pekerjaan tanpa mengantongi izin. Tuti Yuniarti mengharapkan pihak perusahaan tidak saja mengejar program lantas mengabaikan prosedur yang ada. “Ketika terima proyek dari pusat diwajibkan dikomunikasikan secara baik dengan warga setempat,” katanya.

Direktur Teknis PDAM Malang Kota Teguh Cahyono mengaku lalai dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dia juga tidak menampik proyek yang kini tinggal penyelesaian akhir tanpa izin. Ketika ditanya alasannya, Teguh mengaku terdesak oleh waktu.

yosef naiobe

Berita Lainnya...