Edisi 05-11-2016
Belum Ada Eksekusi untuk Lahan SMPN 7 Medan


MEDAN – Kabag Aset dan Perlengkapan Setdako Medan, Agus Suriyono memastikan hingga saat ini belum ada eksekusi untuk lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi di Jalan Adam Malik, Medan.

Dia juga memastikan sampai saat ini jadwal eksekusi belum mereka terima. Hal ini dikarenakan lahan itu berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA) telah menjadi pihak lain, bukan lagi menjadi Pemko Medan. Hanya saja dalam salinan putusan itu, pihak pemenang diharuskan menggantikan lahan tersebut dan membangun sekolah. Mengingat, di atas lahan itu berdiri satu unit bangunan SMP Negeri 7 Medan.

Pertanyaan eksekusi sendiri disampaikan dikarenakan bangunan sekolah yang sedang direnovasi tersebut mirip bangunan rumah toko. “Belum ada jadwal eksekusi kami terima. Sampai saat ini eksekusi belum dilakukan. Selain itu, lahan pengganti juga belum ada,” ungkapnya kepada KORAN SINDO MEDAN, Jumat (4/11).

Agus sendiri pihaknya hanya menangani masalah status lahan tersebut sampai saat ini. Sedangkan bangunan fisiknya menjadi urusan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan. “Kalau masalah bangunanya mirip rumah toko (ruko) itu bukan urusan kami. Soalnya, kami tidak campuri. Itu urusan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani menegaskan, bangunan itu harus diberhentikan atau distanvaskan terlebih dahulu sampai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diterbitkan. Dengan izinnya ada, maka gambar desain bangunan tersebut lebih jelas seperti apa. Dari situ juga diketahui, apakah gambar desain bangunan dengan pelaksanaanya di lapangan apakah sesuai atau tidak.

“Inilah kalau bangunan izinnya tidak ada. Jadi, sulit membandingkan gambar desainnya sesuai atau tidak dengan kondisi di lapangan. Seharusnya meskipun bangunan pemerintah harus pakai izin. Jadi, tidak seperti ini menerka -nerka,” kata pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PPP DPRD Medan ini.

Dia mengakui, bangunan sekolah yang sedang direnovasi itu memang mirip rumah toko. Yang sedikit membedakan adalah tangga akses naik ke lantai II itu dipasang di ujung bagian kanan dan kiri bangunan. Selain itu, pintu masuk di buat lebih ke depan. Apabilabangunantersebut, tidakada, sudahdipastikan mirip ruko.

“Memang saya lihat sekilas mirip ruko. Hanya tangga sebagai akses ke lantai II dibuat di bagian sudut bangunan dan pintunya di buat lebih ke depan. Makanya, kami minta izinnya disiapkan dulu. Selain itu, gambar desainnya diperlihatkan. Biar semua jelas. Kalau bangunan itu sesuai dengan di lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan, Riza Zulfi mengatakan, sekilas bangunan sekolah itu memang mirip ruko, tapi itu bukan ruko atau pesanan pihak penggugat. Bangunan itu merupakan ruang kelas. Bangunan yang sedang dikerjakan dan sudah selesai 70% itu sesuai gambar desain. Pihaknya sengaja membuat seperti itu agar memiliki kekuatan atau tidak mudah ambruk.

reza shahab

Berita Lainnya...