Edisi 05-11-2016
Iuran Banyak Dibayar Bagi Peserta yang Sakit


MEDAN – Sejak diberlakukannya sistem pembayaran seluruh anggota keluarga melalui sistem pembayaran satu virtual account(VC) pada Septemberlalu menyebabkan banyak peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang menunggak iuran.

Pasalnya, selama ini peserta yang membayar iuran dalam satu keluarga tersebut hanya beberapa orang saja. Yaitu yang sering berobat atau menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Karena itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Medan, Sudarto mengingatkan, peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau disebut peserta mandiri untuk segera melunasi iuran yang tertunggakan.

Selain melunasi iuran, peserta yang menunggak tersebut juga diminta untuk membayar segala sanksi denda yang telah ditentukan. Pasalnya, jikalau tidak membayar tunggakan dan sanksi denda tersebut nantinya BPJS Kesehatan tidak bertanggung jawab apabila peserta BPJS Kesehatan berobat ke rumah sakit dengan jangka waktu 3x24 jam belum dilunasi iuran dan dendanya.

“Harus kita ingat mekanisme kita adalah gotong royong, jadi yang sehat harus membantu yang sakit. Caranyadenganmembayar iurandengantepatwaktu, selama ini sebelum berlaku VC pembayaran iuran hanya untuk yang peserta yang berobat saja. Tapi sekarang pembayaran harus satu keluarga, kalau tidak dibayar satu keluarga maka kartunya tidak bisa digunakan,” kata Sudarato, Jumat(4/11).

Lebih lanjut, Sudarto tidak menampik kalau saat ini banyak peserta yang menyampaikan keluhan kepada BPJS Kesehatan di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat. Hal itu disebabkan banyak warga yang selama ini hanya membayar satu atau dua orang saja dalam sekeluarga atau tidak seluruhnya.

“Dengan berlakunya VC, mereka wajib membayar iuran yang tertunggak dan dendanya. Kalau tidak tentu tidak bisa digunakan, itu cukup banyak dikeluhkan peserta sejak September, kemarin,” jelasnya. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terhadap sistem pembayaran satu virtual account (VC) dan tentang sanksi tegas terhadap peserta yang menunggak iuran dan sanksi denda.

Ditegaskannya, pihak BPJS Kesehatan mempunyai aplikasi sistem terkait adanya peserta yang tidak membayar sehingga dengan mudah mendeteksi bahwa peserta menunggak. Sementara itu, salah satu peserta BPJS Kesehatan, Afifah mengakui, selama ini hanya rutinmembayariuranayahnya saja. Karena yang sering menggunakan kartu BPJS Kesehatan adalah ayahnya.

Tapi sejak berlakunya sistem pembayaran satu virtual account (VC), Ia terpaksa harus mengurus tunggakan iurannya bersama keluarga yang lain. “Memang terbantu kali waktu ayah berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Dulu kan masih bisa bayar perseorangan jadi hanya bayar iuran ayah saja. Namun, saat ini sudah dibayar satu keluarga,” pungkasnya.

irwan siregar

Berita Lainnya...