Edisi 05-11-2016
Kekayaan Intelektual Dorong Inovasi


MEDAN – Dalam rangka mendorong masyarakat berinovasi ketika membuat sebuah produk, Sentra Kekayaan Intelektual Universitas HKBP Nommensen (SKN) melakukan sosialisasi tentang kekayaan intelektual di Kota Gunungsitoli, Nias, Jumat (4/11).

Acara sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari SKN yaitu Prof Monang Sitorus, Budiman NPD Sinaga, Samse Pan-diangan dan Rosnawyta Sim-anjuntakk. Prof Monang Sitorus selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHN, mengatakan, inovasi dan kreativitas masyarakat sudah saatnya dilindungi oleh undang-undang menjadi kekayaan intelektual.

Dengan demikian, akan ada proteksi legal. Aparatur pemerintah daerah juga harus berperan aktif dalam mengenalkan, mendaftarkan dan memanfaatkan kekayaan intelektual di daerah dalam rangka peningkatan produktivitas dan inovasi masyarakat.

Menurut dia, terdapat beberapa kekayaan intelektual yang potensial didaftarkan di Nias, seperti kerupuk dari keladi dan dodol durian untuk merek, serta langsat untuk indikasi geografis. “Sentra Kekayaan Intelektual Universities HKBP Nommensen siap memfasilitasi pengurusan kekayaan intelektual di Nias,” ujar Monang dalam siaran persnya yang diterima KORAN SINDO MEDAN.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli dalam sambutannya, mengatakan, kesadaran masyarakat akan kekayaan intelektual di Nias, khususnya di Kota Gunungsitoli masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi kekayaan intelektual tersebut agar masyarakat dan SDM yang ada mendapatkan pemahaman tentang kekayakaan intelektual. “Kekayaan intelektual ini sangat penting untuk mendorong masyarakat berinovasi,” ujarnya.

eko agustyo fb

Berita Lainnya...