Edisi 05-11-2016
Besok Jalan Protokol Ditutup Total


SURABAYA– Untuk mengantisipasi kemacetan saat Parade Surabaya Juang yang berlangsung pada Minggu (6/11), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Beberapa ruas akan ditutup total, sementara lainnya akan dilakukan sistem buka tutup. Plt Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengaku telah menyiapkan beberapa skenario penutupan sekaligus buka tutup jalan sebagai upaya pengalihan arus lalu lintas. “Kami mengimbau pengguna jalan agar menghindari kawasan sekitar lokasi kegiatan untuk menghindari kepadatan,” katanya kemarin. Irvan menjelaskan, sistem buka tutup akan dilakukan di beberapa ruas.

Di antaranya perempatan Jalan Pasar Besar- Jalan Pahlawan, persimpangan Jalan Bubutan Jalan Kebon Rojo Bank BI sisi barat-persimpangan Jalan Bubutan-Jalan Tembaan (Stella Marris). Sementara dari arah Jalan Basuki Rahmat yang mengarah ke Jalan Gubernur Suryo, petugas akan menutup total termasuk Jalan Simpang Dukuh yang mengarah ke Gubernur Suryo serta Jalan Pemuda yang menuju ke Jalan Yos Sudarso.

Irvan menambahkan, untuk simpang Jalan Genteng Kali- Jalan Pahlawan-Jalan Praban akan diberlakukan sistem buka tutup dengan melihat kondisi lalu lintas. Sementara itu, ruas Jalan Panglima Sudirman dibuka satu jalur untuk lalu lintas normal, untuk warga yang biasanya melintas melalui Simpang Dukuh, arus akan diarahkan melalui Jalan Genteng Kali- Jalan Undaan Kulon-Jalan Ngemplak.

“Simpang Jalan Pandegiling- Jalan Urip Sumoharjo akan diberlakukan sistem buka tutup melihat kondisi lalu lintas. Itu juga akan kami terapkan pada simpang jalan Polisi Istimewa- Jalan Urip Sumoharjo- Jalan Raya Darmo,” imbuh pejabat kelahiran Kediri ini. Seperti sebelumnya, setelah parade melintas, ruas jalan akan dibuka dan sampah yang dihasilkan selama parade berlangsung saat itu juga akan dibersihkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Irvan juga mengimbau kepada pengunjung yang ingin menyaksikan parade diharapkan menggunakan kendaraan umum dan tidak menggunakan kendaraan pribadi. “Ini sebagai langkah antisipasi menumpuknya kendaraan warga yang parkir di sekitar jalur berlangsungnya parade sehingga nantinya dapat menyebabkan kemacetan,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kabid Rekayasa Lalu Lintas ini.

Terpisah, Kasi Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Herry Purwadi menyampaikan, Parade Surabaya Juang tahun ini memang dikemas secara berbeda. Jika umumnya parade dimulai siang hari, tahun ini parade dimulai pagi hari pukul 08.00 WIB dan diikuti sekitar 6.000 peserta serta menggandeng sekitar 300 komunitas dari seluruh Indonesia.

“Para peserta Parade Juang akan menempuh rute Jalan Pahlawan-Jalan Kramat Gantung- Siola-Jalan Tunjungan- Jalan Gubernur Suryo-Jalan Panglima Sudirman-Jalan Urip Sumoharjo-Jalan Raya Darmo belok kiri-berhenti di Monumen Polri (Jalan Polisi Istimewa)- Sekolah Santa Maria Jalan Darmo-berhenti di Taman Bungkul,” pungkasnya.

ihya ulumuddin

Berita Lainnya...