Edisi 05-11-2016
Pemko Berencana Temui Pedagang Aksara


MEDAN – Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution menegaskan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para pedagang Pasar Aksara korban kebakaran untuk membicarakan relokasi pedagang ke tempat yang lebih layak. Pertemuan tersebut itu dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini ditegaskan Akhyar saat ditemui KORAN SINDO MEDAN diruangkerjanya, Jumat (4/11). Akhyar menjelaskan, pihaknya tetap komitmen melarang pedagang berjualan di sepanjang Jalan Aksara karena menimbulkan kemacetan. Mengingat kawasan tersebut merupakan jalan umum. “Kami tidak memberikan izin mereka berjualan di badan jalan sepanjang Jalan Aksara.

Sebab, kami telah menyiapkan lahan relokasi untuk para pedagang. Makanya kami rencanakan untuk bertemu membicarakan kembali dengan pedagang,” jelasnya. Akhyar mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan lahan eks Rumah Sakit Martondi di Jalan Letda Sudjono. Lahan tersebut dinilai cukup untuk menampung sekitar 700 pedagang Pasar Aksara. Hanya saja pedagang menolak direlokasi ke lahan tersebut dengan alasan ingin tetap berjualan di lahan Pasar Aksara tersebut.

“Kami sudah siapkan lahan bekas RS Martondi sebagai tempat relokasi berjualan pedagang korban kebakaran. Mereka tidak mau karena tetap mau berjualan di lahan bekas kebakaran tersebut. Makanya, ini yang harus dibicarakan lagi,” jelasnya. Dia menyebutkan, pihaknya punya alasan mengapa tidak mengizinkan para pedagang berjualan di lokasi eks kebakaran.

Sebab, di lokasi itu, lahan milik Pemko Medan hanya 4.000 meter. Sedangkan sisanya milik PT AJI yakni seluas 6.000 meter. Lahan tersebut tentunya tidak cukup menampung semua pedagang korban kebakaran yang jumlahnya mencapai 700 pedagang. Sebab, pihaknya juga harus menyiapkan lahan parkir, toilet umum, dan lainnya. “Lahan itu tidak cukup.

Selain itu, kalau gedung milik PT AJI itu ambruk siapa yang mau bertanggung jawab. Gedung milik PT AJI itu belum tahu mau jadi apa. Inilah alasan kami tidak mengizinkan berjualan di lokasi yang lama,” jelasnya. Pada kesempatan itu, dia menuturkan, pihaknya telah menyiapkan anggaran cadangan untuk pembangunan relokasi tersebut. Para pedagang tidak harus menunggu anggaran dari R-APBD Kota Medan 2017. “Anggaran untuk relokasi sudah disiapkan.

Tinggal kemauan mereka. Berapa anggaran yang kami siapkan atau keluarkan untuk proses relokasi tergantung tim apresial menghitungnya,” pungkasnya. Sementara itu, Pedagang Pasar Aksara meminta ketegasan Pemko Medan terkait pembangunan kembali Pasar Aksara yang terbakar beberapa waktu lalu.

Pasalnya, mereka sangat menggantungkan hidup mereka dari berjualan. Saat ini mereka tidak bisa berjualan. Apalagi lokasi berjualan sementara dinilai jauh dan dianggap tidak layak. Bahkan, para pedagang ingin menyampaikan keluhan merekakepada IbuNegara, Iriana Joko Widodo ketika berkunjung ke Medan beberapa waktu lalu. “Kami minta kejelasan.

Sudah lama kami seperti ini. Kami tidak bisa berjualan. Kami minta Pemko Medan segera bangun kembali Pasar Aksara,” ungkap salah satu pedagang Pasar Aksara, Kimiang.

reza shahab

Berita Lainnya...