Edisi 05-11-2016
Gandeng KKP, ITS Desain Alat Deteksi Kesegaran Ikan


SURABAYA – Kesegaran ikan hasil tangkapan nelayan kerap dipertanyakan konsumen. Sebab, banyak di antara nelayan yang sudah menggunakan bahan pengawet ketika ikan baru ditangkapsaat perahuataukapal masih di tengah lautan.

Ini menjadi perhatian Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya serta Loka Penelitian dan Pengembangan Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan (LPP-MPHP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Keduanya akan meneliti dan pengembangan metode deteksi kesegaran ikan nondestruktif pada ikan tuna.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh ITS yang diwakili Ketua LPPM ITS Prof Adi Soeprijanto dengan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Daya Saing Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan KKP Ir Nugroho Aji MS, di ruang rapat pimpinan Rektorat ITS kemarin. Dalam hal ini, ITS akan mendesain alat deteksi untuk kesegaran ikan.

Perjanjian riset bersama yang telah ditandatangani tersebut dibawahi langsung oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) KKP. Prof Ketut Buda Artana selaku Wakil Rektor IV ITS Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kerja Sama, menuturkan bahwa ITS menyambut baik adanya jalinan kerja sama mengenai prototipe monitoring kesegaran ikan ini.

“Bahkan ITS berencana turut membantu untuk mendukung poros maritim dunia terkait isu yang pernah diberikan oleh KKP,” ujar Ketut. Dalam perjanjian yang disahkantersebut, ITSakanmengakomodasi riset penentuan parameter uji kesegaran ikan melalui perubahan citra mata ikan dan bau serta pengujian kinerja dan analisa sistem alat dengan menggunakan fasilitas laboratorium komputasi multimedia ITS.

Kepala Laboratorium Komputasi Multimedia Jurusan Teknik Elektro ITS Prof Mauridhi Hery Purnomo ditunjuk sebagai ketua Tim Peneliti. Ketua Departemen Teknik Elektro ITS Ardyono Priyadi menambahkan, perjanjianinimampu menghasilkan data, informasi, serta hasil pengujian yang telahdilakukan.

Iaberharaphasil pengujian ini tepat mengenai sasaran kepada para nelayan kecil. Selain penelitian ini, ITS juga akan melakukan penelitian mengenai energi alternatif berasal dari air laut yang dikatalis. “Tentunya penelitian yang terjalin ini bisa meningkatkan indeks penelitian riset ITS sekaligus bisa mempromosikan ITS sebagai world class university,” tandas Ardyono.

Pada tahap awal kerja sama, sebagaimana diungkapkan Zainal Arifin dari LPP-MPHP Bantul, pihaknya bersama ITS akan melakukan penelitian terkait dengan desain alat deteksi kesegaran ikan non-destruktif pada ikan tuna tersebut.

Soeprayitno

Berita Lainnya...