Edisi 05-11-2016
Gempa 4,9 SR Guncang Madiun


MADIUN– Gempa dengan kekuatan 4,9 skala Richter mengguncang wilayah Madiun dan sekitarnya pada Jumat (4/11) sekitar pukul 12.08 WIB kemarin. Warga merasakan getaran cukup kuat saat melaksanakan salat Jumat.

Sejumlah awak media dan PNS Kota Madiun yang berada di dalam Gedung DPRD Kota Madiun pun sempat lari tungganglanggang keluar dari gedung karena getaran yang cukup kuat. Apalagi terdengar suara gemeretak dari pintu dan jendela ruangan di Gedung DPRD Kota Madiun yang bergetar. “Gempa... Gempa.... Gempa,” teriak salah satu wartawan di Madiun, Adi, sembari keluar gedung diikuti sejumlah PNS yang tengah melakukan aktivitas kerjanya.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, pusat gempa berada pada koordinat 7.55 LS dan 110.30 BT atau 45 km arah barat laut dari pusat Kota Madiun dengan kedalaman 19 km. “Kalau 45 km arah barat laut dari pusat kota Madiun dengan kedalaman 19 km, kemungkinan besar pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Ngawi,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Madiun Edi Harianto saat dikonfirmasi.

Dari pantauan petugas BPBD Kabupaten Madiun, gempa ini tidak mengakibatkan kerusakan rumah ataupun menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, petugas BPBD siaga penuh untuk melakukan pemantauan dampak gempa bumi ini. “Sejauh pemantauan rekanrekan BPBD belum ada laporan yang masuk adanya kerusakan ataupun korban jiwa,” ujar Edi.

Dia mengatakan, dari informasi jaringan BPBD, gempa juga dirasakan sampai di Yogyakarta. Gempa juga dirasakan di Kabupaten Ngawi. Pantauan BPBD Ngawi menyebutkan, pusat gempa berada di sekitar Museum Trinil karena guncangan dirasakan lebih keras dari wilayah lainnya. Gempa ini diprediksi ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Lawu.

“Dari penelusuran koordinat peta, prediksi pusat gempa berada di sekitar Museum Trinil, yaitu di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. Diprediksi, gempa berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Lawu,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono. Dari pantauan petugas BPBD Kabupaten Ngawi, gempa belum menunjukkan adanya kerusakan dan korban jiwa.

Namun, puluhan petugas dan relawan telah disiagakan penuh untuk melakukan pemantauan dampak gempa bumi. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, meski sempat merasakan guncangan cukup keras. Saat gempa terjadi, sebagian besar warga yang beragama Islam sedang melaksanakan salat Jumat.

“Gempanya sebentar banget kok. Ya tidak takut lah. Masyarakat terlihat kembali bekerja seperti biasa kok,” ungkap Sugianto, warga Ngawi. Hasil pantauan BMKG, hingga saat ini belum ada gempa susulan yang terjadi. Diharapkan masyarakat Ngawi dan sekitarnya tidak panik, tapi tetap waspada. Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Tretes, Suwardi dalam keterangan persnya menyatakan, telah terjadi gempa bumi tektonik di wilayah barat laut Madiun, Jawa Timur.

Hasil analisis BMKG menunjukkanbahwagempabumiterjadi pada pukul 12.08.07 WIB dengan kekuatan 4,9 Skala Richter dengan episenter terletak pada koordinat 7.55 LS dan 111.30 BT, pada kedalaman 19 km. “Peta tingkat guncangan (shakemap ) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat/lemah dirasakan di daerah Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Magetan, Ngawi, Yogyakarta, dalam skala intensitas II SIGBMKG atau ( III MMI).

Di daerah ini guncangan gempa bumi dilaporkan, dirasakan oleh beberapa orang,” ujarnya dalam keterangan persnya. “Terkait dengan peristiwa gempa bumi barat laut Madiun yang terjadi, hingga laporan disusun pada pukul 12.50.00 WIB belum ada aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG,” pungkasnya.

dili eyato

Berita Lainnya...