Edisi 05-11-2016
BK Copot Agus dari Ketua Komisi C DPRD


KUDUS - Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika, Agus Imakuddin.

Jabatan Ketua Komisi C DPRD Kudus yang disandang Agus Imakuddin resmi dicopot. Proses pencopotan jabatan Agus Imakuddin tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kudus, Kamis (3/11) malam. “Agus Imakuddin telah terbukti melanggar kode etik, tata tertib DPRD, dan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Ketua BK DPRD Kudus Setya Budi Wibowo (Bowo) kemarin.

Menurut Bowo, keputusan jajarannya itu hasil penyelidikan, verifikasi, klarifikasi, dan bahkan konfirmasi kepada berbagai pihak terkait. Bahkan juga kepada Agus Imakuddin. Hanya, kewenangan BK terbatas pada pelanggaran kode etik dan tata tertib DPRD. Sementara urusan pemberhentian seorang anggota legislatif menjadi kewenangan pimpinan DPRD Kudus.

“Jadi meski sudah tidak menjabat lagi sebagai Ketua Komisi C, Agus Imakuddin masih bisa menyandang status sebagai wakil rakyat,” ujar Bowo. Dalam laporan setebal delapan halaman itu, Bowo menguraikan proses dimulainya penyelidikan dugaan penyalahgunaan narkotika oleh Agus Imakuddin.

BK memulai penyelidikan setelah mendapat aduan dari warga, 26 Juli 2016. Aduan itu didasari informasi tertangkapnya Agus Imakuddin oleh BNN Provinsi Jateng, 25 Juli 2016. BK kemudian melakukan pembuktian dengan mendengarkan keterangan lisan dari pihak teradu yakni Agus Imakuddin secara langsung.

BK juga mendatangi BNN Provinsi Jateng sebanyak dua kali, pada 1 Agustus dan 13 September 2016. Dari BNN, BK menerima surat keterangan atas bukti-bukti kasus yang menjerat Agus Imakuddin. “Kami juga mempertimbangkan putusan pengadilan atas kasus yang bersangkutan,” ujar Bowo.

Ketua DPRD Kudus Masan berharap kasus penyalahgunaan narkoba oleh anggota Dewan ini tak terulang lagi. Menurutnya, selaku wakil rakyat, anggota DPRD wajib menaati kode etik dan tata tertib DPRD Kudus, mematuhi kewajiban dan larangan, serta memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.

“Kita ini dilihat masyarakat jadi beri contoh terbaik,” ucapnya. Terkait kinerja BK, Masan memberi apresiasi tersendiri. Menurut politikus PDIP ini, BK telah bekerja dengan baik dan sesuai aturan. “Semoga kepercayaan publik atas kinerja anggota DPRD Kudus meningkat seiring penyelidikan dan dijatuhkannya sanksi kasus ini,” tandasnya.

muhammad oliez

Berita Lainnya...