Edisi 05-11-2016
Dua Putusan PTUN Beda, Pemkot Siap Ajukan PK 2


SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kedua terkait polemik kepemilikan Pasar Kanjengan Gedung A, B, E, F.

Langkah ini dilakukan karena ada dua putusan berbeda dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Putusan pertama PTUN bernomor 139 menyebutkan bahwa Pasar Kanjengan adalah milik Pemkot Semarang. Namun, putusan PTUN lain bernomor 193 menyatakan bahwa Pasar Kanjengan adalah milik pedagang.

“Jadi ada satu yang berbeda di dua putusan yang berkekuatan hukum tetap, jelas ini membingungkan. Karena itu, kami akan mengajukan PK kedua dan saat ini sedang disusun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Adi Tri Hananto kemarin. Diakui Adi, Pemkot Semarang belum memiliki bukti baru atas kepemilikan Pasar Kanjengan.

Meski begitu, pihaknya tetap akan mengajukan PK karena adanya dua putusan yang berbeda dari PTUN. “Kami akan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menambah bukti baru nantinya,” ujarnya. Kasubag Hukum Adie Siswoyo menambahkan, hingga saat ini setidaknya ada 70 pedagang yang memiliki sertifikat dan 43 di antaranya sudah mengajukan gugatan sejak 2006 lalu.

“Kami masih menyusun PK dan berusaha untuk mencari bukti baru,” ujarnya. Pemkot Semarang sebelumnya juga sudah memenangkan gugatan atas Pasar Kanjengan di Blok C dan D yang sebelumnya dikelola oleh PT Pagar Gunung Kencana. Pengadilan juga sudah memerintahkan PT Pagar Gunung Kencana (PGK) untuk segera melakukan pembongkaran sesuai hasil putusan.

andik sismanto

Berita Lainnya...