Edisi 05-11-2016
FUI Desak Polisi Segera Proses Ahok


KUDUS – Ratusan massa dari belasan elemen umat Islam yang tergabung Forum Ummat Islam (FUI) Kudus menggelar unjuk rasa atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus kemarin.

Massa yang terdiri atas 18 ele - men, di antaranya Pemuda Bu - lan Bintang, Hidayatullah, FKAM, KAMMI, Al-Bunyan, IIBF Kudus, Al Qudsy, Gerakan Pemuda Kaíbah, WQQ, Pemuda Islam Pasuruan, PII, Pondok Pe - santren Al Qudsiyyah, Pelajar Muhammadiyah, DDII, Al Hisbah, Ababil, dan Hizbut Ta h - rir Indonesia (HTI) menuntut agar Ahok dapat diadili dan diproses secara hukum.

Koordinator lapangan (kor - lap) Muhammad Arwani me - nga takan unjuk rasa ini me ru - pakan bentuk dukungan dalam mendukung gerakan nasional pengawal fatwa MUI. Menurut dia, ucapan Ahok yang meng - anggap Alquran membodohi jelas merupakan penistaan ter - hadap agama Islam.

“Penegak hukum harus se - gera memproses Ahok, jangan pandang bulu. Ahok harus di - tangkap dan diadili. Ahok pe - mecah belah NKRI,” ujar Ar - wani. Arwani mengungkapkan akan mengerahkan massa lebih banyak lagi bila tidak ada upaya penegak hukum serius dalam menindak Ahok selaku penista agama.

“Kita akan kerahkan massa lebih banyak lagi dan akan melakukan aksi ke Ja kar - ta. Kita juga sudah minta du - kungan ke salah satu ulama di Kudus dan juga pimpinan Pon - dok Pesantren Yan’buul Qur’an, KH Ulin Nuha Arwani. Beliau mendukung aksi ini,” paparnya. Ketua DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kudus Agung Dwi Nurcahyo menyatakan aksi ini bukanlah soal politik, me - lainkan soal pembelaan umat Islam terhadap penistaan aga - ma khususnya Alquran yang di - lakukan oleh Ahok.

“Ini bukan soal politik, tapi ini bagian dari jihad umat Islam melawan Ahok yang telah me - lecehkan Kitab Allah. Penegak hukum harus merespons cepat dan mengadili Ahok,” katanya. Hal senada diungkapkan Abdul Ghofur, perwakilan dari Pemuda Bulan Bintang. Dia menyatakan aksi ini tidak ada nuansa politik.

Menurut dia, sebagai umat Islam sewajarnya melakukan pembelaan terha - dap agama dan Alquran. “Ahok nyata-nyata telah me - lecehkan Alquran. Kami minta penegak hukum segera tangkap Ahok,” ucapnya. Setelah melakukan orasi, massa kemudian long march mengelilingi Alun-alun Kudus.

Mereka kemudian membu bar - kan diri sekitar pukul 14.30. Pe - serta unjuk rasa juga mem bu - bukan tanda tangan di sebuah bentangan kain yang isinya men desak agar Ahok untuk se - gera diproses secara hukum. Aksi unjuk rasa mengecam Ahok juga dilakukan FUI Pati.

Massa yang mengawali aksinya dari depan Kantor Yayasan SIBI Ya Ummi Fatimah di Jalan Pangeran Diponegoro sekitar pukul 12.30 WIB. Aksi damai yang melibatkan anak-anak usia sekolah (TK-SD, SMP) tersebut juga diisi dengan penandatanganan petisi sejuta tanda tangan adili Ahok yang dilaksanakan di depan Masjid Baitunnur Pati. Setidaknya ada dua tuntut - an yang disampaikan massa.

Pertama, mereka mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang penistaan aga - ma. Kedua, mereka menuntut Polri agar mengusut dengan tun tas dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Kami meminta ketegasan pihak kepolisian dalam mengu - sut tuntas kasus ini. Jangan sam pai hukum di negeri ini tum pul ke atas dan lancip ke ba - wah,” tandas koordinator aksi M Ahyar.

Kapolres Pati AKBP Ari Wi - bowo mengapresiasi aksi damai yang dilakukan FUI Pati ter - sebut. Menurutnya, kegiatan aksi yang santun dan tanpa me - nimbulkan kericuhan meru pa - kan upaya yang bagus untuk tetap menjaga kondusivitas wi - layah. “Saya mengapresiasi aksi da - mai yang dilakukan secara arif ini karena hak berpendapat me - rupakan hak semua orang di ne - gara ini,” ucapnya.

AM/ MUH

Berita Lainnya...