Edisi 05-11-2016
Kemenhub Kelola Terminal Bawen


UNGARAN - Pemkab Semarang telah menyerahkan pengelolaan Terminal Bawen kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pelimpahan tersebut seiring perubahan status terminal dari tipe B menjadi tipe A dan menindaklanjuti amanat UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Kabupaten Semarang telah melakukan penyerahan naskah berita acara serah-terima terminal penumpang tipe A ke Kemenhub, Kamis (25/8), di Kantor Kemenhub di Jakarta, ditandatangani Sekda dan Dirjen Perhubungan Darat,” kata Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang Prayitno Sudaryanto kemarin.

Dalam penyerahan tersebut turut dilimpahkan pula tanah, bangunan, barang dan peralatan mesin, personel hingga rincian pembiayaan operasional terminal. Tanah yang diserahkan berstatus hak pakai seluas sekitar 31.000 meter persegi senilai Rp5,425 miliar; bangunan gedung senilai Rp3,09 miliar; bangunan jalan, jembatan, bangunan air, dan jaringan sekitar Rp28 juta; serta barang dan peralatan mesin senilai 29,69 juta.

“Untuk personel kami limpahkan 22 PNS dan 12 non- PNS. Mereka ini nanti digaji oleh pusat,” ujar Prayitno. Untuk rincian pembiayaan terminal, Dishubkominfo melaporkan pengeluaran operasional yang sudah pernah direalisasikan. Pada 2013 dan 2014 biaya operasional mencapai sekitar 58 juta, tapi pada 2015 Rp123,6 juta.

“Itu nanti pembiayaan terminal menjadi tanggungan sana juga. Kami hanya menyampaikan pembiayaan yang sudah terealisasi dan bisa menjadi acuan pusat untuk pembiayaan di masa mendatang,” katanya. Prayitno menjelaskan pengelolaan Terminal Bawen oleh Kemenhub akan mulai berlaku per 1 Januari 2017.

Karenanya, sampai dengan akhir Desember 2016, segala kebutuhan pengelolaan terminal masih ditangani oleh Pemkab Semarang, termasuk untuk penggajian pegawainya. “Jika nanti resmi ditangani pusat maka kami perannya hanya koordinasi dan pendukung saja.

Koordinasi tersebut mencakup share pendapatan ke Pemkab Semarang. Sampai sekarang belum jelas pembagian pendapatannya, idealnya itu sudah disepakati sebelum Januari 2017,” ungkapnya. Kepala UPTD Terminal Bawen M Rochim menambahkan, perubahan status terminal Bawen menjadi terminal tipe A seiring pengembangan dan pembangunan sejumlah fasilitas terminal.

Pengembangan terminal dilakukan sejak 2011 dengan model pembiayaan multi years oleh APBN. “APBD kita hanya pendampingan, sekitar Rp3 miliar yang turut diserahkan itu,” paparnya. Dengan perubahan tipe tersebut, seluruh bus AKAP, AKDP, angkutan perdesaan maupun perkotaan wajib masuk ke dalam terminal.

“Jadi nanti tidak sekadar perlintasan, tapi bus masuk, berhenti untuk mencari dan menurunkan penumpang, sekaligus menjadi titik kontrol bagi para mandor bus,” kata M Rochim.

agus joko

Berita Lainnya...