Edisi 05-11-2016
Komplotan Perampok Lintas Provinsi Ditangkap


SEMARANG - Petugasgabungan dari Subdirektorat Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah bersama Polres Rembang menangkap komplotan perampok spesialis emas lintas provinsi.

Komplotan ini membunuh korban sebelum merampok 2 kg emas di Kabupaten Rembang. Mereka yang ditangkap berjumlah 6 orang, masing-masing; Sarwi, 46, warga Batangan Pati; Jony, 34, warga Kerek Kabupaten Tuban; Agung, 38, warga Singgahan, Kabupaten Tuban; Umbarno Irawan, 29, warga Jaken Pati; Haryadi, 33, warga Jaken, Pati; dan Teguh Prasetya, 32, warga Cinangka, Kabupaten Serang.

Mereka ratarata residivis, kenal satu sama lain saat mendekam di Lapas Pati. Ada dua orang lain yang saat ini masih buron. Kepala Subdit IV/Jatanras Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah AKBP Nanang Haryono mengatakan, komplotan ini sudah beraksi lintas provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Untuk di Rembang, mereka (komplotan perampok) datang duluan sebelum pemilik rumah datang, masuk lewat pintu belakang dan bersembunyi,” kata Nanang di Markas Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah kemarin. Perampokan di Rembang terjadi pada Minggu (29/5) sekitar pukul08.30WIBdiDesaMaguan, Kecamatan Kaliori. Korban adalah pasutri; Sarno dan Damisih, 47.

Sarnotewaskarenakepalanya dibentur-benturkan tembok dan lantai oleh tersangka Agung saat diminta menunjukkan kunci brankas. Damisih juga menderita sejumlah luka akibat perutnya berkali-kali ditendang pelaku. Di rumah juragan emas itu para pelaku membawa kabur seberat 2 kg emas dalam bentuk perhiasan bernilai ratusan juta dan uang tunai Rp60 juta.

Total kerugiannya sekitar Rp800 juta. “Komplotan ini merencanakan perampokan itu sekitar 2 minggu sebelumnya. Mereka berbagi peran, ada eksekutor dan yang menyurvei sasaran,” ujar Nanang. Para pelaku ditahan di Polres Rembang setelah ditangkap beberapa waktu lalu.

Sementara dua tersangka, yakni Jony dan Agung diproses hukum di Polres Tuban karena mereka juga terlibat perkara perampokan di daerah itu. Agung bahkan menjadi DPO Polres Jepara dan Paolres Blora. Pada kasus ini, polisi menyita berbagai barang bukti.

Di antaranya dua sepeda motor sarana kejahatan, berbagai perhiasan emas hasil rampokan, masker, dan topi hitam yang dipakai saat merampok. Para tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 ayat (4) KUHP, ancaman hukumannya pidana mati, seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

eka setiawan

Berita Lainnya...