Edisi 05-11-2016
Warga Pertanyakan Kevalidan Data KIP


REMBANG – Warga tidak mam pu di Kabupaten Rem - bang mengeluhkan kevalidan data penerima Kartu Indo ne - sia Pintar (KIP) yang dinilai ba - nyak yang salah sasaran.

KIP ditengarai banyak diterima sis - wa yang sudah lulus sekolah. Mundasir, warga Desa Poh - landak, Kecamatan Pancur, me ngatakan data siswa pe ne - rima kartu tersebut patut di - pertanyakan. Dalam data sis - wa penerima KIP yang didapat dari Dinas Pendidikan Kabu - paten Rembang, sebagian be - sar masih tercantum nama si s - wa yang sudah lulus sekolah.

“Ada siswa yang sudah lulus tapi masih tercantum di data penerima KIP. Bagaimana bisa mengganti data tersebut agar bisa tepat sasaran,” ucapnya kemarin. Hal senada juga diung kap - kan perangkat Desa Pamotan, Khoriah. Dia mengeluhkan ba nyak warga desa yang pro - tes saat pembagian KIP di de - sanya lantaran banyak yang tidak mendapatkan kartu ter - sebut.

“Dalam pembagian KIP, kami mendapat petunjuk dari sekolah, katanya minta ke de - sa. Sedangkan ketika kami mem buat itu, kami selaku pi - hak desa bingung mau diaju - kan ke mana,” tandas Khoriah. Menanggapi hal itu, Kabid Kurikulum dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Mutta - qin mengakui adanya keti dak - validan data siswa penerima KIP.

Banyak data yang tercan - tum tidak sesuai lapangan, pas - alnya data yang dipakai ber - pacu pada Badan Pusat Sta tis - tik (BPS) 2011. Sehingga jika 2011 lalu sis - wa terdata masih duduk di ke - las 3 SMP, pada 2016 ini siswa tersebut sudah lulus SMA. Menurutnya, hal tersebut bisa dipastikan tidak akan menjadi masalah.

Pemkab sudah mem - berikan sosialisasi kepada ke - pala sekolah, guru, KUPT ter - kait solusinya. Bahwa anakanak dari keluarga tidak mam - pu tapi tidak mendapatkan KIP akan diusulkan melalui se - kolah. “Bahwa anak yang mem - punyai Kartu PKH, anak yang sudah mempunyai Kartu In - donesia Sehat (KIS) sudah oto - matis punya KIP.

Nah, bagi anak-anak yang belum punya KIP, ini solusinya bagi anak yang memiliki Kartu PKH ma - ka sekolah akan meng u sulkan melalui format usulan seko - lah,” katanya. Pemkab juga memfasilitasi siswa dari keluarga tidak mam - pu yang tidak memiliki kartu PKH untuk diusulkan menda - pat KIP. Dengan dilampiri surat keterangan tidak mampu dari kepala desa.

Muttaqin mengingatkan ke pala sekolah atau guru ter - kait surat keterangan tidak mam pu yang dikeluarkan ke - pa la desa tidak serta-merta di - setujui. Guru akan melakukan prosedur pengecekan atau kla - rifikasi data. Dia menambahkan, usulan siswa penerima KIP yang di - usulkan sekolah masih melalui proses seleksi dari pusat.

Ar - tinya, bisa saja disetujui atau - pun sebaliknya, dalam hal ini sekolah tidak memiliki wewe - nang, hanya mengusulkan. “Namun demikian, penga - laman di tahun 2015, Rembang mendapat kuota 32.000 pe ne - rima program Bantuan Siswa Miskin (BSM) di tingkat SD.

Te - tapi karena kita banyak mengajukan usulan-usulan dan ter - nyata ada kabupaten lain yang sepertinya malas mengu sul - kan, akhirnya Rembang diberi - kan jatah melebihi kuota sam - pai 41.000,” tandasnya.

AS

Berita Lainnya...