Edisi 05-11-2016
BUMN Strategis Saling Pamer Karya


BANDUNG – Sebanyak 13 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen alat pertahanan saling memamerkan karya inovasi masing-masing. Pameran bertajuk Indo Defense 2016 digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta dengan mengusung tema Sinergy for _ e Nation.

Banyak karya inovasi perusahaan plat merah itu yang dipamerkan dan membanggakan n egara. Salah satu dari sekian banyak produk inovasi yang membanggakan itu adalah kapal tank buatan PT Pindad (Persero). Perusahaan yang berpusat di Bandung ini memang tidak sendiri dalam membuatnya, melainkan berkolaborasi dengan PT Lundin Industry Invest dan CMI Defence dari Belgia.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kemudian memberikan nama ‘Antasena’, tokoh wayang sakti putra Bimasena yang tangguh di air kepada Tank Boat pertama di dunia itu. Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, menegaskan produk tank boat merupakan penerjemahan dari kondisi dan tantangan geogra_ s Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan perairan.

“Kami mencoba menggabungkan konsep persenjataan berat kaliber 105mm dalam sebuah wahana air yang mampu bergerak cepat dan memiliki daya gempur luar biasa,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima KORAN SINDO, Kamis (3/11). Tank Boat 105mm terbuat dari komposit dengan platform kapal catamaran (double hull).

Panjang total 18 meter dengan berbekal mesin diesel buatan MAN, tank boat mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dari perairan dangkal sekitar 1 meter hingga laut lepas. Platform tempur ini juga memiliki bekal persenjataan lain seperti Remote Control Weapon System (RCWS) dengan kaliber 7.62mm dengan sistem nadir dan navigasi canggih.

John Lundin dari PT Lundin Industry Invest yang terlibat dalam perancangan desain badan tank boat menambahkan platform tempur ini memiliki daya jelajah 400 nautical mile (nm) pada kecepatan 30 knot dan 600 nm pada kecepatan 9 knot. “Ibarat kata mampu menyeberangi lautan Jawa untuk penugasan ke pulau lain atau daerah perbatasan hingga sungai dan pedalaman seperti di Papua yang memiliki anak sungai lebar seperti Mamberamo atau rawa-rawa,” ujar Lundin.

CEO CMI Defence, Jean-Luc Maurange menambahkan, turret 105mm yang akan mereka pasang di Tank Boat merupakan bagian dari program kerjasama Pindad dan CMI Defence untuk pengembangan turret 90mm sampai dengan 105mm. Kelak proses pembuatan turret 105mm akan berlangsung di pabrik Pindad Bandung.

“Kami tambahkan fungsi dan kapabilitas operasi di air (marinized turret) di produk teranyar untuk tank boat ini,” sebutnya. Di sisi lain, PT Len Industri (Persero) memanfaatkan Indo Defense 2016 untuk meresmikan kerja sama dengan perusahaan pertahanan__Aselsan Turki dan LIG Nex1 Korea Selatan.

Kerja sama dengan Aselsan Turki dalam pengembangan alat komunikasi dan military communication system dan LIG Nex1 Korea Selatan mengenai pengembangan__combat management system. Manager Humas PT Len Industri Persero Donny Gunawan mengemukakan, khusus dengan Aselsan Turki, penandatanganan itu terkait kerja sama dan rencana pembangunan fasilitas Aselsan alat komunikasi dan military communication system di Len Technopark di Kabupaten Subang.

“Aselsan akan menjadi partner Len, dan mereka akan menempatkan fasilitasnya di Len Technopark. Kerja sama ini telah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Selain itu, kerja sama ini merupakan bagian dari transfer teknologi di bidang sistem telekomunikasi,” ungkapnya.

Hal yang sama dilakukan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Produsen pesawat terbang dalam negeri ini melakukan penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) untuk Implementasi Strategic Cooperation Agreement (SCA) dengan Korea Aerospace Industries (KAI), Ltd.

Fauzan

Berita Lainnya...