Edisi 05-11-2016
Ganti Rugi Lahan Tunggu Legal Opini


SUMEDANG - Warga terdampak Waduk Jatigede yang masih menuntut hak atas ganti rugi lahan pada 1982-1986 diminta menunggu legal opini dari Kejaksaan Agung.

Pasalnya, komplainan tersebut memang harus dilegalisasi dan disahkan terlebih dahulu secara hukum. Kepala Satker Waduk Jatigede Harya Muldiyanto mengatakan, hal tersebut harus ditempuh agar dalam prosesnya nanti tidak sampai melanggar hukum. “Ganti rugi lahan 1982 - 1986 yang dikomplain warga memang harus ditelaah secara hukum.

Benar atau tidak ada tanah yang terlewat, ada salah ukur, dan kompalin lainnya. Jadi perlu ada kepastian hukumnya terlebih dahulu,” ujarnya ditemui di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, kemarin. Saat ini, kata dia, progres untuk mendapatkan legal opini ada di ranah Jaksa Muda Tata Usaha Negara (Jamdatun). “Kemungkinan bisa diketahui dalam waktu dekat ini.

Nanti, setelah menempuh jalur hukum akan bisa menentukan langkah ke depan,” tuturnya. Sementara, lanjut dia, terkait progres penyelesaian pembebasan Jalan Lingkar Jatigede, pihaknya akan membebaskan lahan sepanjang 800 meter di wilayah Desa Cieunteung - Darmaraja.

Setelah dibebaskan titik jalan tersebut akan dibuka. “Keterlambatan progres jalan lingkar tak lain karena ada dua payung hukum yang harus menjadi acuan,” sebutnya. Dalam perjalannya, kata dia, dua payung hukum itu mengatur terkait penetapan lokasi (penlok), metoda pembebasan lahan, dan penetapan harga.

“Kami (Satker) sudah koordinasi dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Provinsi Jabar. Kemudian 18 Oktober 2016 lalu telah membentuk tim untuk melakukan pembayaran ganti rugi segala persoalan di Jalan Lingkar Jatigede. Dan pada 1 November 2016 kemarin, sudah melakukan rapat dengan tim BPN Sumedang terkait pembayaran lahan,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, pada akhir 2016 prioritas satker adalah membayar pembebasan jalan lingkar, dan green belt (wilayah hijau), serta aset desa wilayah tergenang yang belum dibayar. “Pokoknya kami upayakan membuka jalan lingkar dulu. Agar tidak mengganggu lalu lintas,” katanya.

aam aminullah

Berita Lainnya...