Edisi 05-11-2016
PKL Subang Dianggap Ganggu Penilaian Adipura Ditertibkan


SUBANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL), di sepanjang jalur Jalan Raya Ahmad Yani Kabupaten Subang. Keberadaan PKL tersebut, dianggap mengganggu penilaian Adipura.

“Keberadaan mereka sudah melanggar Perda Nomor 13/2006 tentang K3 (Ketertiban, Kebersihan, Keindahan), menyebabkan suasana semrawut,”ujar Kepala Satpol PP Subang Asep Setia Permana kepada KORAN SINDO kemarin. Sebelum melakukan upaya penertiban, pihaknya sudah menempuh langkah prosedural sesuai ketentuan dengan melayangkan surat teguran pertama, kedua, hingga ketiga, kepada para PKL.

Pihaknya juga telah menyosialisasikan keberadaan perda K3 kepada mereka. “Sehingga, tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk menolak penertiban. Sebab sebelumnya, kami sudah sampaikan teguran pertama berjangka waktu 15 hari, lalu teguran kedua selama tujuh hari, dan terakhir teguran ketiga selama tiga hari.

Jika teguran terakhir ini tak diindahkan, maka dilakukan penertiban atau dibongkar secara paksa,”paparnya. Selain menjalankan tupoksi lembaga sebagai penegak perda, penertiban para PKL juga untuk mendukung penilaian Piala Adipura 2017. Karena keberadaan PKL tersebut, akan memengaruhi penilaian.

“Selain Perda K3, juga ada beberapa perda yang harus ditegakan satpol PP, dan juga untuk mendorong Subang dalam meraih piala Adipura,”ucapnya. Dia menyebut, idealnya, penertiban PKL ini memerlukan sinergitas dengan dinas/instansi terkait lainnya, seperti dinas tata ruang permukiman, dinas perindustrian perdagangan dan pasar, serta pihak lainnya.

Sebab, para PKL yang ditertibkan itu perlu direlokasi ke tempat yang lebih representatif, agar tidak kembali berdagang di tempat semula.

usep husaeni

Berita Lainnya...