Edisi 05-11-2016
Warga Sekitar Gunung Ciremai Keukeuh Tolak Eksplorasi Geothermal


KUNINGAN – Rencana eksplorasi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan tetap mendapat penolakan warga, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Ciremai.

Mereka menolak megaproyek yang digagas pemerintah pusat tersebut melalui aksi demonstrasi yang digelar di Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (3/11) lalu. Ratusan pendemo itu berasal dari Desa Seda, Kecamatan Mandirancan; Desa Sidamulya dan Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana; Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, hingga Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Mereka bersikukuh meminta Pemkab Kabupaten Kuningan menolak tegas rencana eksplorasi geothermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ciremai. Bahkan, mereka pun mendesak pembubaran Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Perwakilan warga Sukadi menganggap, eksplorasi geothermal di Gunung Ciremai akan menyengsarakan masyarakat karena akan menggusur lahan pertanian. “Kami minta pemerintah harus tegas, jangan plin plan dalam mengambil sebuah kebijakan,” tegasnya Pihaknya pun menyoroti sikap Bupati Kuningan Acep Purnama.

Pasalnya, kata Sukadi, saat menjabat Wakil Bupati Kuningan, Acep Purnama jelasjelas menolak rencana eksplorasi tersebut. “Dulu saat dia masih menjabat Wakil Bupati Kuningan jelasjelas menolak geothermal, tapi sekarang kok malah menyetujui. Namun, itu tidak akan mengubah sikap kami untuk tetap menolak,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan Yosep Setiawan meminta masyarakat bersabar karena mekanisme eksplorasi geothermal tersebut berada di tangan pemerintahan pusat. “Kami tentunya akan menampung aspirasi masyarakat yang hari ini datang melakukan aksi penolakan dan kami berharap mereka bersabar dan bersama mengkaji hal ini.

Sebab, kebijakan ekspolrasi geothermal adalah kebijakan pemerintahan pusat,” bebernya. Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta restu warga Kabupaten Kuningan terkait rencana eksplorasi panas bumi di (WKP) Gunung Ciremai.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, pengolahan panas bumi di gunung yang terletak di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Oleh karenanya, melalui dukungan pemerintah dan masyarakat Kuningan, kegiatan eksplorasi panas bumi bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kuningan,” tutur Yunus dalam sosialisasi pengembangan panas bumi di Wilayah Kerja Panas (WKP) Gunung Ciremai, di Kabupaten Kuningan, belum lama ini. Yunus melanjutkan, WKP Gunung Ciremai menyimpan potensi panas bumi yang begitu besar hingga 150 mega watt.

Dengan potensi yang dimilikinya, Yunus yakin, pengembangan WKP Gunung Ciremai yang diperkirakan akan menelan investasi hingga sekitar Rp6 triliun itu dapat menumbuhkan kondisi ekonomi di sekitar proyek. “Pemerintah sangat berharap dengan adanya kegiatan pengusahaan panas bumi di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, terutama di sekitar WKP Gunung Ciremai ini, dapat menumbuhkan kondisi ekonomi masyarakat di sekitar proyek,” tutur Yunus.

yudi r sudirman

Berita Lainnya...