Edisi 05-11-2016
Antrean Cetak E-KTP Sampai 20.000 Lembar


KLATEN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk mencetak puluhan ribu lembar KTP elektronik (e-KTP). Jumlah tersebut merupakan pengajuan e-KTP menjelang September yang belum dapat dicetak karena keterbatasan blangko.

Hingga September lalu, Dispendukcapil merekam sebanyak 30.000 data e-KTP. Kepala Dispendukcapil Klaten Widya Sutrisna mengatakan, belum semua rekaman data dapat dicetak saat itu karena stok blangko terbatas. Karena itu prosesnya masih menyisakan rekaman data untuk proses cetak.

“Baru sedikit yang bisa tercetak. Masih ada sekitar 20.000 yang belum dicetak. Bagi warga yang e-KTP belum jadi diberikan surat keterangan sementara,” kata Widya saat ditemuiwartawandiKantorDispendukcapil Klaten, kemarin. Menurut Widya, format surat keterangan hampir sama dengan e-KTP, yakni memuat data kependudukan warga yang bersangkutan.

Adapun data yang tercantum dalam surat keterangan di antaranya nomor induk kependudukan (NIK), nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, agama, status perkawinan, pekerjaan, dan kewarganegaraan. Meski hanya berupa surat keterangan, Widya meminta masyarakattidakperluwaswasuntukmenggunakan surat tersebut layaknya e- KTP.

Surat keterangansebagaipengganti e-KTP sementara dapat digunakan untuk berbagai administrasi dan urusan yang membutuhkan identitaskependudukan. “Bisa digunakan untuk kepentingan pemilu, pemilukada, pilkades, imigrasi, kepolisian, asuransi, BPJS, pernikahan, perbankan, mengurus pertanahan, dan lainnya.

Di surat tersebut juga ada pas fotonya, jadi memang mirip dengan e-KTP. Format baku dari pusat, maka bisa berlaku nasional,” ungkap Widya. Surat keterangan berlaku selama enam bulan. Jika e-KTP sudah jadi maka surat keterangan dapat ditukarkan dengan e- KTP di Kantor Dispendukcapil.

Widya belum dapat memastikan kapan 20.000 data e-KTP bisa selesai cetak. Sebab pemkab hanya menunggu jatah stok blangko dari pemerintah pusat. Diharapkan, pengadaan blangko e-KTP oleh pusat bisa dilakukan secepatnya agar antrean cetak e-KTP tidak menumpuk.

“Untuk blangko, kami belum tahu nanti dapat berapa. Karena itu langsung dari pusat, ada jatahnya untuk masing-masing daerah. Kalau e-KTP sudah jadi, warga bisa mengambil dengan menukarkan surat keterangan sementara,” tandas Widya.

endah budi karyati

Berita Lainnya...