Edisi 05-11-2016
Discover, Aplikasi Bagi Difabel Buatan Mahasiswa UGM


YOGYAKARTA – Keterbatasan para penyandang disabilitas menginspirasi tiga mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuat alat bantu.

Dengan kemampuan mereka, terciptalah aplikasi yang memudahkan para difabel dalam beraktivitas, khususnya saat memanfaatkan layanan publik yang diberi nama “Discover”. Tiga mahasiswa perancangnya adalah Andreas Gandhi Hendra Pratama, Ricky Julianjatsono, dan Fajri Nurwanto.

Dengan aplikasi Discover yang memanfaatkan informasi pemetaan, difabel dapat dengan mudah mengetahui tempat, layanan, serta fasilitas publik yang ramah difabel. “Pengembangan aplikasi ini kami lakukan juga sebagai upaya untuk mendukung pencapaian target The Sustainable Development Goals (SDGs).

Pengembangan Discover diharapkan menjadi salah satu solusi permasalahan keberlanjutan kota dan komunitas dalam mewujudkan kota serta permukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan berkelanjutan. Khususnya bagi masyarakat berkebutuhan khusus,” ungkap Andreas Gandhi kemarin.

Menurut Andreas, aplikasi Discover buatan mereka merupakan platform berbasis Android yang dapat memetakan dan meningkatkan layanan publik bagi difabel. Alat ini bekerja dengan mengumpulan data berbasis massa. Dalam pengumpulan data publik, lanjut dia, aplikasi tersebut menggunakan metode crowdsourcing, yakni melibatkan partisipasi publik secara luas dalam pengumpulan data.

“Selain itu, aplikasi ini juga kami rancang untuk memanfaatkan analisis big data. Aplikasi ini diharapkan bisa ikut membantu mengatasi persoalan bangsa, terutama dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan inklusif bagi semuanya,” paparnya. Dikatannya, saat ini aplikasi Discover baru dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

Rencananya aplikasi ini akan dirilis pada pertengahan 2017 mendatang. Sementara itu, kerja keras ketiganya dalam membuat Discover ternyata telah menampakkan hasil memuaskan. Aplikasi Discover tersebut berhasil membawa mereka meraih juara pertama dalam kompetisi Ideation Challenge Asia-Pacific 2016 pada 21–23 Oktober lalu di Bangkok, Thailand. Dalam kompetisi tersebut, tim Discover berhasil menyisihkan 11 tim lain dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

ratih keswara

Berita Lainnya...