Edisi 05-11-2016
FA-UIB Minta Polisi Usut Kasus Ahok


MAGELANG – Sedikitnya 250 orang massa dari Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA-UIB) kembali melakukan aksi di Pertigaan Kawedanan, Muntilan, Kabupaten Magelang, kemarin.

Massa menuntut penuntasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Adapun lokasi aksi dipilih di jalur utama Yogyakarta-Magelang dan kawasan tersebut merupakan pertokoan di Muntilan. Sejumlah toko yang berada di sepanjang Jalan Pemuda, Muntilan, kemarin memilih menutup tokonya.

Bahkan, se-jumlah kantor perbankan maupun tempat ibadah, seperti di Kelenteng Hok An Kiong, ditempatkan sejumlah petugas, baik Polwan maupun personel lainnya membuat barikade. Karena itu, arus lalu lintas satu arah dari Yogyakarta-Magelang sempat tersendat karena hanya separuh jalan yang bisa dilewati.

Selain itu, massa melakukan orasi di atas mobil bak terbuka dan sound system besar. Mereka juga membawa spanduk, poster, maupun selebaran berisi ajakan mengikuti aksi tersebut. Kemarin sempat diwarnai ketegangan saat massa membakar tiga ban bekas langsung dipadamkan petugas.

Saat itu massa sempat emosi sehingga mencari ban bekas yang sempat diamankan petugas dan kembali membakarnya hingga pembacaan pernyataan sikap kelar, ban bekas yang terbakar dipadamkan. Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain menuntut Kapolri dan institusi penegak hukum lainnya berani segera menangkap dan mengadili Ahok sesuai dengan undang- undang berlaku.

Selain itu, massa juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak melindungi Ahok atau siapa pun yang melakukan tindakan pelanggaran hukum. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Magelang Adi Daya Perdana yang menjadi peserta aksi mengatakan, HMI berharap kepada kepolisian mengusut kasus tersebut secara tuntas.

Pihaknya mengkhawatirkan jika tidak ada pengusutan secara tuntas, maka nanti akan muncul penista- penista agama yang lain, bahkan tidak menutup kemungkinan akan muncul kasus serupa di Magelang. “Untuk antisipasi itu demi keadilan, kami minta kepolisian mengusut sampai tuntas,” kata Adi kemarin.

Selain itu, HMI memberikan ultimatum selama 7 x 24 jam agar kepolisian memperjelas kasus terebut. Jika memang tidak terjadi perkembangan yang signifikan dalam waktu 7 x 24 jam, HMI akan kembali turun ke jalan bersama umat Islam dan ulama. “Kami menyuarakan dari daerah bersama-sama umat Islam di daerah lain,” kata Adi.

Sementara Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, untuk mengamankan jalannya aksi tersebut diturunkan 923 personel. Adapun personel diturunkan mengamankan jalannya aksi berasal dari Dalmas Polda Jateng, Brimob, Yon Armed 3, Kodim 0705/Magelang, Satpol PP, dan personel Polres Magelang. “Fokus pengaman sepanjang jalur yang dilalui konvoi massa. Selain itu, pengamanan tempat ibadah seperti kelenteng dan gereja-gereja, kami jaga,” kata Zain.

eko susanto

Berita Lainnya...