Edisi 05-11-2016
Infrastruktur Dorong Industri Berdaya Saing


YOGYAKARTA – Pembangunan kerap kali membawa dampak negatif maupun positif bagi masyarakat. Misalnya, konstruksi yang tidak ramah lingkungan dapat menjadi pemicu hilangnya lahan hijau dan kelestarian alam.

“Untuk itulah diperlukan pemahaman mendasar bagi seluruh insinyur dalam bidang teknik sipil yakni mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat industri konstruksi bisa berdaya saing tinggi,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr Ir A Hermanto Dardak MSc IPU kemarin.

Dalam Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-10 di Auditorium Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Hermanto mengatakan, diperlukan kerjasama antarberbagai pihak dalam upaya mendukung insfrastruktur berkelanjutan. Ditegaskan hal itu memerlukan sinergi dari pemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi.

“Saya juga mengajak untuk bersama-sama mewujudkan lisensi dalam bidang konstruksi di Indonesia, untuk mendukung pembangunan di Indonesia. Badan usaha juga memiliki andil dalam pengembangan infrastruktur. Salah satu dukungan badan usaha dapat berupa pembiayaan,” tuturnya.

Sementara perwakilan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR Prof Dr ing Habil Andreas Wibowo mengatakan, pemerintah selaku pembuat regulasi memiliki komitmen untuk mendorong partisipasi badan usaha, terutama BUMN untuk mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

“Paket- paket kebijakan ini untuk mendorong iklim investasi di sektor infrastruktur yang lebih kondusif,” lanjutnya. Rektor UAJY Dr Gregorius Sri Nurhartanto SH LLM selaku tuan rumah penyelenggara acara pun menuturkan, pembangunan yang diselenggarakan kini justru kerap mengorbankan berbagai hal.

Salah satunya adalah lingkungan hijau. Padahal pembangunan yang baik adalah pembangunan yang juga memperhatikan dan menjaga lingkungan. “Seperti di Sleman ini, lahan pertanian menyusut dengan cepat karena makin banyak lahan pertaniam yang dialihfungsikan menjadi bangunan.

Mulai dari perumahan, mal atau hotel. Karena itu kami berharap dengan berkumpulnya para insinyur ini bisa memberikan dampak positif bagi upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” saran Gregorius.

Pada kegiatan KoNTekS 10 itu dilakukan pula penandatangan MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahaman kerja sama antar- Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan PII. Kerja sama dilakukan guna peningkatan kualitas dari lulusan teknik sipil ke depannya melalui pelatihan.

ratih keswara

Berita Lainnya...